Usai Merampok, Rekreasi ke Candi Borobudur

DPO : Dua anggota perampok Pegadaian Ngampilan Yogyakarta masuk dalam DPO.

JAKARTA- Polisi terpaksa menembak mati dua pelaku perampokan Pegadaian Syariah di Ngampilan, Yogyakarta, yang menggondol uang dan emas sekitar Rp 6,7 miliar. Mereka ditembak karena mencoba melarikan diri. “Ali Sanjaya dan Darmawan terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri ketika hendak ditangkap petugas. Saat dibawa ke rumah sakit, keduanya dinyatakan meninggal dunia,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Eko Bayuseno dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, para perampok itu disergap Rabu (3/4) sekitar pukul 02.00 di Pelabuhan Merak saat hendak menyebrang dari Merak menuju Lampung. Namun, lima pelaku lainnya berhasil diamankan. Yakni Chandra, 29 tahun, Rian Kurniawan, 32 tahun, Hatta, 26 tahun, Jamudin, 40 tahun dan David, 35 tahun. Sedangkan dua pelaku lagi, Iwan Setiawan dan Minak Raden masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).  
Menurut Putut, setelah diringkus di Merak, para perampok dibawa ke Kramat Jati untuk mencari pelaku lainnya serta senjata api yang digunakan untuk perampokan. Namun saat itu Ali Sanjaya dan Darmawan mencoba kabur sehingga ditembak anggota Tim Jatanras Polda Metro Jaya. “Saat ini mereka masih diperiksa intensif sebelum diserahkan ke Mapolda DI Yogyakarta. Tas yang berisi emas juga sudah kita sita,” ungkap dia.  Tentang hukumannya, para pelaku ini dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Yang lucu, kelompok perampok pimpinan Iwan Setiawan alias Fahmi sempat jalan-jalan ke Candi Borobudur setelah melakukan perampokan itu. “Usai merampok, mereka berkumpul di Borobudur. Mereka jalan-jalan dan foto-foto," kata Kanit IV Jatanras Polda Metro Jaya, Kompol Novriyanto. Puas jalan-jalan dan pelesiran, kelompok perampok jaringan Lampung Timur ini meluncur pulang.  "Akhirnya kita melakukan penyidikan. Berdasarkan keterangan saksi-saksi kita dapat jejaknya dan menangkap di Banten," jelasnya. (dk/mar)