Minta Bantuan Polda Jawa Tengah

Adi Deriyan Jayamarta

KEPANJEN- Perburuan terhadap Handoko, boleh dikatakan tidak main-main. Pemuda berusia 16 tahun yang diduga kuat terlibat dalam pembunuhan terhadap Cahyani Elis Susanti yang menjadi kerangka di dasar jurang Gunung Ringgit, Dusun Ngandeng, Desa Sidodadi, Lawang (27/3) lalu, kini dikejar dua tim polisi beranggotakan 13 personil. Menurut Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, tim dibagi menjadi dua. Yakni tim penyelidikan dan tim penyidikan. Tim penyidikan dipimpin Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang, Ipda Sutiyo SH Mhum sedangkan tim penyelidikan dibebankan kepada anggota Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Malang, Aiptu Anwar.
“Fokus kami saat ini memang untuk menangkap pelaku yang diketahui sudah kabur. Tugas itu yang dibebankan kepada Ipda Sutiyo. Sedangkan yang lainnya, fokus memintai keterangan para saksi serta mengumpulkan alat bukti lainnya, yang mungkin tersisa atau tertinggal,“ ujar mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini. Lantaran Handoko diketahui kabur ke wilayah hukum lain, membuat penyidik Polres Malang meminta bantuan Polda Jateng. “Pasti kami meminta bantuan kepada kepolisian wilayah lain, dimana saat ini pelaku berada. Untuk perkembangannya saat ini sejauh mana, saya masih menunggu informasi dari tim yang sudah bergerak,” jelas Deriyan.
Dia mengatakan, tak memberikan target khusus kepada tim penyidik untuk menangkap pemuda ini. Lantaran menurutnya, dikhawatirkan kinerja penyidik tak berjalan maksimal bila dia memberikan target waktu yang harus terselesaikan. “Yang penting hasilnya dapat terealisasikan dengan dapat menangkap pelakunya. Kalau terburu-buru nanti, malah hasilnya tak maksimal. Bisa jadi pelaku malah kabur lagi ke daerah lainnya,” ucap pria murah senyum ini. Namun, dia pun berkomitmen serta menyelesaikan kasus ini dalam tempo sesingkat-singkatnya. “Saya kasihan melihat kondisi keluarga korban yang ingin tahu siapa pelakunya,” pungkas dia. (big/mar)