Napi LP Lowokwaru Simpan SS di Tahanan

MALANG – Ketatnya pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru – Malang, ternyata masih bisa kecolongan. Rabu (3/4) pagi lalu, seorang narapidana kasus pencurian, Agus Miftahudin, diamankan petugas Sipir. Pria 33 tahun itu, ditangkap karena memiliki dan menyimpan lima poket narkotika jenis sabu-sabu (SS).
Barang bukti SS yang dibungkus plastik transparan itu, ditemukan di dalam bungkus permen yang kemudian disembunyikan di bawah tempat tidur.
Selain SS, petugas Sipir juga menemukan ponsel Nokia warna silver dari tangannya. Diduga ponsel tersebut, sebagai alat komunikasi untuk pemesanan narkotika dari luar Lapas.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah menjalani pemeriksaan, Agus warga Jalan Babatan Rukun, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan – Kota Surabaya ini, langsung diserahkan ke Satuan Reskoba Polres Malang Kota. Kasusnya sendiri, saat ini masih dikembangkan dengan memburu pemasoknya ke Surabaya.
‘’Untuk penanganannya, sudah kami serahkan ke Reskoba Polres Malang Kota untuk dikembangkan. Kami hanya sekedar mengamankannya saja,’’ ungkap Kepala Lapas Klas I Lowokwaru, Herry Wahyudiono, ketika dikonfirmasi via telepon.
Sekedar diketahui, Agus Miftahudin ini adalah narapidana kasus pencurian dalam perkara 363 KUHP. Dia divonis 7 tahun 3 bulan penjara. Selama di Lapas Lowokwaru, dia menempati blok 11 kamar 3, bersama dengan narapidana kasus pencurian lainnya.
Sementara terbongkarnya penyelundupan narkotika ke dalam Lapas sendiri, bermula dari informasi adanya penyelundupan SS ke salah satu narapidana. Berdasarkan informasi tersebut, petugas Sipir kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penggeledahan.
Hasilnya setelah satu persatu ruangan digeledah, petugas menemukan lima poket SS dan sebuah ponsel Nokia dari blok 11 kamar 3. SS dan ponsel tersebut diketahui adalah milik Agus Miftahudin.
Lantas bagaimana bisa SS masuk ke dalam Lapas? Menurut Herry Wahyudiono, dari pemeriksaan Agus dikatakan bahwa paket serbuk haram itu diselundupkan oleh seorang temannya asal Surabaya.
Caranya, paket SS yang akan diselundupkan dimasukkan ke dalam bungkus rokok yang sudah diberi batu sebagai alat pemberat. Setelah itu, bungkus rokok berisi SS dilemparkan dari pinggir jalan luar Lapas.
‘’LP Lowokwaru ini kan dikeliling dengan jalan raya. Sehingga ketika mau menyelundupkan lewat depan tidak bisa, jalannya ya dilempar dari luar,’’ ujarnya.
SS yang diterima itu sendiri, diakui oleh Agus untuk dihisap sendiri tidak dijual lagi. ‘’Alasan dia memakai SS karena ketagihan. Dia mengaku baru sekali menerima kiriman SS itu,’’ lanjutnya.
Sedangkan untuk ponsel yang dimiliki, Agus mengaku ponsel tersebut sengaja dikirim oleh kerabatnya. Caranya dengan dimasukkan ke dalam makanan yang dikirim. ‘’Biasanya kalau tidak didalam nasi, ya di dalam sayur yang bersantan,’’ jelas Herry.
Dengan ditangkapnya Agus Mulyadi ini, menurut Herry, menambah daftar narapidana yang ditangkap karena mengkonsumsi narkotika di dalam Lapas. Sebelumnya pada Januari dan Februari 2013 lalu, petugas Sipir mengamankan dua narapidana karena kedapatan memiliki dan menyimpan daun ganja kering.
‘’Selain ganja dan SS itu, sebetulnya semalam (Kamis malam, Red.) kami juga menemukan ratusan butir pil lexotan dari salah satu narapidana. Namun ternyata itu adalah obat batuk dan itu juga dibenarkan oleh dokter Lapas, bahwa ratusan butir lexotan itu adalah obat batuk,’’ paparnya.
Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan, dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan di Lapas Lowokwaru Klas I Malang itu.
Namun karena masih pengembangan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih. ‘’Kalau itu masih belum bisa, karena masih dikembangkan oleh Satuan Reskoba,’’ katanya. (agp/avi)