Polda Gerebek Imigran Myanmar

DIGEREBEK: Salah satu imigran gelap asal Myanmar yang diamankan Polda Jatim.

SURABAYA - Puluhan imigran gelap asal Myanmar digerebek petugas Polda Jatim di salah satu kamar apartemen Puri Darmo Serviced Residence - Surabaya. Mereka diduga hanya transit di Surabaya. Belum diketahui tujuan para imigran yang didominasi laki-laki dewasa ini. "Mungkin mereka cuma transit. Mereka tidak ada yang berniat bekerja di sini," kata Kompol Idsam, Kanit IV Ilegal, Imigran Polda Jatim, Jumat (5/4).
Dari pantuan di lapangan, usai didatangi petugas Polda Jatim, puluhan imigran ini langsung diangkut menggunakan sebuah bus yang sudah disiapkan petugas untuk mengangkut para imigran ke Polda Jatim menjalani pemeriksaan.
Saat digelandang ke dalam bus bernopol K 1699 AW. Mereka membawa beberapa perbekalan di antaranya, beras, pakaian dan beberapa ekor ayam hidup.
Puluhan imigran ini terdiri dari, laki-laki dan perempuan dewasa, anak-anak belasan tahun dan ada juga berusia balita.
Informasi dihimpun, para imigran gelap baru beberapa hari menginap di kamar 508 lantai 5 apartemen Puri Darmo Serviced Residence. Dalam keterangan salah satu imigran, mereka merupakan korban konflik agama. Upaya melarikan diri, karena mereka ingin mendapatkan suaka dan menganggap Indonesia sebagai negara Islam.
Hal ini diungkapkan Amin (24) salah satu imigran gelap asal Myanmar. Pria yang fasih berbahasa Indonesia ini mengungkapkan bagaimana dirinya bersama 29 orang imigran lainnya sampai di Surabaya. Dia mengatakan, dirinya bersama 29 kerabatnya memang berniat melarikan diri dari negara asalnya yang sedang berkonflik serta menginginkan kemerdekaan beragama.
Sebelum akhirnya sampai dan menginap di apartemen Puri Darmo Serviced Residence, dirinya bersama puluhan imigran lainnya mengendarai perahu boat secara ilegal selama sebulan. Namun Amin mengaku sama sekali tidak tahu dimana lokasi ia sampai. "Saya naik kapal boat selama sebulan. Kami sengaja menuju ke Indonesia karena di sini negara muslim kan?" tanya Amin, Jumat (5/4).
Amin yang membawa serta istrinya yang sedang hamil 6 bulan ini menambahkan, para imigran gelap baru baru menginap di apartemen sejaka Selasa (2/4) atau dua hari lalu. "Saya ke sini juga tidak tahu rute. Ini dimana?" imbuhnya.
Selain itu, lanjut Amin, dirinya bersama puluhan imigran lainnya dalam melarikan diri dari negaranya tidak membawa sama sekali perbekalan maupun uang yang cukup. "Saya bersama kerabat saya sudah dua hari tidak makan karena memang tidak membawa uang atau harta selama melarikan diri ke sini," ungkapnya.
Sebelumnya, puluhan imigran gelap asal Myanmar digrebek Unit IV Polda Jatim. Para imigran langsung digelandang ke Mapolda Jatim dengan mengendarai bus untuk diminta keterangan.(jpnn/lim)