‘Polisi Filipina‘ Kuras Uang Warga Karangbesuki

AKP Dwiko Gunawan

MALANG –  Penipuan melalui telepon kembali menguras uang korbannya puluhan juta rupiah. Uang sebesar Rp 11,8 juta di dalam kartu ATM milik Murti Asri, 38 tahun, warga Jalan Raya Candi III Kelurahan Karang Besuki Kecamatan Sukun amblas. Modusnya pelaku memberitahu korban bahwa adiknya terlibat kasus , dan pelaku bisa menyelesaikannya. Kasus penipuan ini pagi kemarin melapor ke petugas Polres Malang Kota.
Informasi yang diperoleh, dinihari kemarin sekitar pukul 01.00, ketika sedang tertidur lelap, Murti dibangunkan oleh ibunya. Dikatakan bahwa ada orang yang mengaku sebagai polisi di Filipina menelpon ke telepon rumah.
Karena ingin tahu ada apa, Murti langsung bangun dan menerima telepon itu. Saat diterima, pelaku mengatakan kalau adiknya yang kuliah di Filipina sedang tersandung kasus dan kini diamankan kepolisian Filipina. Mendapat kabar itu, korban pun langsung panik.
Disaat korban panik inilah langsung dimanfaatkan oleh pelaku. Dia lantas meminta nomor HP korban. Begitu diberi, pelaku langsung menghubungi HP korban dengan menggunakan nomor 085206606106. Dalam pembicaraan lewat telepon itu, pelaku menawarkan bisa mengeluarkan adiknya. Asalkan jaminannya korban bisa mentransfer sejumlah uang. Karena tidak curiga korban langsung mengiyakan. Selanjutnya korban pergi ke ATM BNI di Jalan Surabaya Malang.
Kemudian korban mentransfer uang ke rekening Bank Syariah Mandiri milik pelaku. Pertama sebesar Rp 10 juta dan yang kedua sebesar Rp 1,8 juta. Begitu uang sudah ditransfer, korban berusaha menghubungi adiknya yang kuliah di Filipina.
Ternyata ketika ditanyakan, adiknya sama sekali tidak pernah terjerat kasus. Karena merasa telah tertipu, akhirnya korban mengadukan ke petugas Polres Malang Kota. “Untuk laporannya sudah kami terima dan kini masih dalam tahap penyelidikan,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan.
Mantan Kasatreskrim Polres Batu ini juga menghimbau kepada masyarakat jika mendapat telepon dengan modus serupa untuk tidak langsung panik. Sebaiknya sebelum mengambil keputusan dilakukan pengecekan atau mengkonfirmasikan ke pihak kepolisian. “Sebab itu adalah modus para pelaku penipuan yang ingin mencari uang dengan cara menipu,” katanya.(agp/lim)