BCA Cabang Borobudur Dilaporkan Polda

KUASA HUKUM: Sumardhan SH, menunjukkan bukti laporan ke Polda Jatim.

MALANG – BCA cabang Borobudur Malang, dilaporkan ke Polda Jatim oleh Hendri Sugiarto Trisno, warga Bedali – Lawang melalui kuasa hukumnya Sumardhan SH. Laporan pemilik CV Mahkota Teratai Indah Jaya (kacang sanghai) ini sendiri, terkait dugaan tindak pidana memberikan keterangan yang wajib dirahasiakan atau tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank.
Laporan dengan nomor: LP / 63 / IV / 2013 / SUS /Jatim tersebut, sesuai dengan pasal 47 ayat (2) dan atau pasal 49 ayat (2b) Undang-undang nomor 7 tahun 1992 yang diubah dengan nomor 10 tahun 1998 tentang perbankan. “Laporan pembocoran kerahasiaan bank ini, kami laporkan tanggal 1 April lalu,” ungkap Sumardhan, SH, kepada Malang Post kemarin.
Dari hasil laporan itu sendiri, lanjut Sumardhan, penyidik akan segera memanggil pihak karyawan BCA cabang Borobudur untuk dimintai keterangan. “Sekaligus juga  akan melakukan koordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri Malang, Pengadilan Negeri Kepanjen serta KPKNL Kota Malang,” ujarnya.
Dijelaskan Sumardhan, tuduhan laporan pembocoran kerahasiaan bank itu, berawal dari perebutan harta gono – gini terkait perceraian Hendri Sugiarto Trisno dengan Yolanda. Kemudian dalam gugatan perceraian itu, muncul pelaksanaan sita marital Nomor : 50 / Pdt.G / 2008 / PN Kepanjen, tertanggal 19 Juni 2008 oleh juru sita PN Kepanjen di BCA cabang Borobudur.
Dimana pada saat pelaksanaan sita marital itu, pihak BCA justru memberikan keterangan kepada juru sita terkait rekening simpanan milik Henry, yang seharusnya tidak diberitahukan. Sehingga semua rekening Henry disita. Setelah ada penyitaan pihak bank kemudian memblokir semua rekening milik Henry.
“Padahal rekening itu digunakan sebagai penyaluran kredit dan pembayaran angsuran dan bunga atas peminjaman uang dengan agunan lima sertifikat tanah. BCA pun juga memberitahukan kepada BI Malang, bahwa kredit Henry mengalami macet sejak 30 September 2008,” terang Sumardhan.
Karena dianggap mengalami kredit macet, akhirnya pihak BCA pada 23 Oktober 2009 mengajukan permohonan eksekusi ke PN Malang. Atas pengajuan eksekusi itu, tanpa adanya risalah teguran (aanmaning) kepada Henry, pada 11 Februari 2010, PN Malang mengeluarkan penetapan eksekusi No: 51 / Eks / 2009 / PN Malang.
Selanjutnya, terkait munculnya penetapan eksekusi itu, Henry kemudian menggugat BCA cabang Borobudur ke PN Malang, dengan register No: 158 / Pdt.D / 2010 / PN Malang. Dari gugatan itu, pada 13 Oktober 2011 PN Malang, memutuskan supaya tergugat (BCA cabang Borobudur) menagih piutangnya melalui alternatif penanganan secara penjadwalan kembali. Tujuannya supaya diketahui jumlah utang secara pasti.
Atas putusan itu, BCA sempat melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya dan memutuskan bahwa gugatan Henry tidak dapat diterima. Namun pihak Henry sendiri masih berusaha mengajukan Kasasi dengan nomor 2754 K / PDT / 2012.
“Dan perkaranya sampai sekarang masih belum diputus dan belum ada kepastian hukum. Tetapi pada 21 Maret 2013 kami justru menerima risalah pemberitahuan lelang yang akan dilakukan pada 9 April 2013 di KPKNL Malang. Dimana lelang itu atas lima tanah yang dijaminkan oleh Henry ke BCA cabang Borobudur. Padahal sudah jelas bahwa perkara ini masih dalam proses Kasasi. Ini yang kami tuntut dengan melaporkan pihak Bank BCA cabang Borobudur ke Polda Jatim,” jelasnya.
Sementara itu, Gunadi Handoko, SH, MM, Mhum, kuasa hukum pihak BCA cabang Borobudur ketika dikonfirmasi, mengatakan kalau dirinya masih belum bisa komentar terkait laporan pihak Henry ke Polda Jatim. “Kalau tentang laporan pidana itu, saya belum bisa komentar karena masih belum mendapat kuasa. Sedangkan kalau masalah gugatan perdata terkait sita marital itu, memang saya sebagai kuasa hukumnya,” ungkap Gunadi Handoko.
Terpisah, Soehartono Soemarto, kuasa hukum BCA lainnya yang mengajukan permohonan eksekusi ke PN Malang ini, juga belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali nomor HP-nya dihubungi tidak diangkat, kendati ada nada sambungnya.(agp/lim)