Tidak Menyerah, Tindak Tegas

Foto : Adi Deriyan Jayamarta

KEPANJEN– Hingga 10 hari sejak diduga terlibat pembunuhan terhadap Cahyani Elis Susanti, keberadaan Handoko masih misterius. Kendati sebelumnya pemuda berusia 16 tahun ini, sudah diketahui berada di wilayah Jawa Tengah. Namun sampai kemarin polisi masih terus memburunya. Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, mengungkapkan bahwa perburuan terhadap warga Dusun Blendongan, Desa Sidoluhur, Lawang itu masih terus dilakukan. Satu tim yang ditugaskan untuk memburu Handoko, masih berada di luar kota. Tim ini akan terus memburunya, kemanapun dia pergi. “Mereka tidak boleh pulang sebelum berhasil menangkap Handoko,” tegasnya.
Untuk target, mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, memang tidak memberikan deadline (batas waktu). Namun dia berharap kepada tim yang ada di lapangan bisa secepat mungkin menangkap Handoko. “Syukur kalau Handoko mau menyerahkan diri,” ujarnya. Kalau memang Handoko tidak mau menyerahkan diri, dia menyatakan ada tindakan tegas dari pihak kepolisian. Karena pemuda yang diketahui siswa kelas X SMK PGRI Singosari ini dianggap sudah sangat menyulitkan tugas polisi. Tindakan tegas sendiri, bisa saja dengan memberikan hukuman berat. Atau bahkan menghadiahinya dengan tembakan.
“Pastinya kalau memang dia tertangkap dan terbukti melakukan perbuatan pembunuhan, pasti akan kami tindak tegas sesuai dengan prosedur,” katanya. Apakah bentuk tindakan tegas itu ditembak ? Periwira dengan dua melati di pundaknya ini, tidak mau mengancam-ancam. Karena dikatakan bahwa polisi dilarang melakukan tindakan kekerasan. Tetapi kalau dalam penangkapan nanti ada perlawanan dan membahayakan petugas, pastikan akan dilakukan tindakan prosedural.
Sepertti diketahui, setelah dikabarkan hilang sejak 6 Maret, Cahyani Elis Susanti, warga Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri, Singosari ini ditemukan sudah menjadi kerangka di dasar jurang Gunung Ringgit, Dusun Ngandeng, Desa Sidodadi, Lawang (27/3) lalu. Diduga dia dibunuh oleh Handoko, karena yang terakhir kali bertemu dengan korban. Dugaan makin menguat karena Handoko juga diketahui hilang. Sebelum diketahui keberadaannya di Jawa Tengah, pada 13 Maret sempat diketahui masih berada di Jalan Raya Karanglo, Singosari. (agp/mar)