Tim Sukses Diteror, Dua Motor Dibakar

MALANG – Entah apa berhubungan dengan Pilkada Kota Malang, atau murni tindakan kriminal, namun aksi teror mulai terjadi. Bahkan teror yang menimpa dua anggota tim sukses salah satu calon, sudah mengarah pada perusakan. Yakni menimpa, Andi Lasah Bandar dan Hadi Susanto.
Akibatnya, dua motor yang justru tidak terkait langsung, dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal dan terbakar. Plus rumah milik Hadi Susanto, kacanya pecah lantaran dilempar batu.
Teror pertama menimpa Andi Lasah Bandar, yang juga Ketua II PAC PDI-P Lowokwaru. Tempat kos milik Raminten yang dikelola Andi, jadi sasaran aksi pelemparan bom molotov, Sabtu dini hari kemarin.
Akibatnya, dua motor yang berada di teras, hangus terbakar. Di lokasi, Jalan MT Haryono Gang XXI Malang, juga ditemukan botol berisi bensin, lengkap dengan sumbunya. Beruntung tidak sampai meledak.
Motor yang hangus terbakar, yakni Honda Supra nopol M 4166 UB, milik Iwan Setiadi, mahasiswa UM jujusan Sastra Indonesia. Dan Suzuki Spin AG 6450 RC milik Akhmad Bisri Afandi, karyawan di kantor Konsultan Pengawas dan Perencanaan di Karangploso.
Diduga motor tersebut sengaja dibakar oleh orang tak dikenal. Namun apa motif pembakaran masih belum diketahui. Kasus pembakaran itu sendiri, saat itu langsung dilaporkan oleh kedua korban ke petugas Polsekta Lowokwaru.
‘’Saya tidak tahu siapa yang membakar. Namun kebakaran ini jelas disengaja. Ada bukti berupa botol plastik berisi bensin yang diberi kain (sumbu, Red.),’’ ungkap Akhmad Bisri Afandi, warga asli Blitar.
Salah satu saksi mata, Aris yang juga kost di tempat tersebut menuturkan, pagi itu sekitar pukul 03.30 WIB, dia melihat ada kepulan asap dan kobaran api. Aris yang kamarnya dekat tempat parkir motor, sontak berteriak meminta tolong. Bersama penghuni kost lain dan warga sekitar, mereka bahu membahu memadamkan api. Beruntung dari 10 motor yang diparkir, hanya dua yang terbakar.
‘’Di depan teras, ada sekitar 10 sepeda motor. Namun yang terbakar cuma dua motor yang berada paling belakang. Untungnya tidak sampai meledak,’’ ujar Andi, yang sehari-hari tinggal di Perum Graha Dewata ini.
‘’Kalau sampai merambat dan meledak, mungkin bisa membakar rumah warga juga,’’ tutur Andi, mantan anggota DPRD Kota Malang periode 1999 - 2004.
Andi yang juga tim sukses salah satu calon itu mengaku, sebelum aksi pelemparan bom molotov itu, dia sempat menerima ancaman lewat selembar kertas. Ancaman itu dikirim ke tempat kos yang dia kelola.
Isinya : ‘’Hati-hati penghuni kos segera pindah, karena tempat kos mau dihanguskan. Saya mau balas dendam. Ini kos-nya pak (Andi Lasah) Bandar yang besar badannya kan ha..ha...ha....’’
‘’Surat ancaman itu kami temukan di tangga depan rumah. Kami kira hanya bercanda saja makanya tidak saya katakan pada Pak Bandar,’’ kata Akhmad yang juga dibenarkan oleh Andi Lasah Bandar.
Lantas apa sebelumnya ada masalah? Andi mengaku tidak pernah punya musuh atau masalah dengan orang lain. Bahkan dia juga mengaku sebelumnya tidak pernah ada ancaman.
‘’Kalau ancaman saya tidak pernah dapat. Namun teman-teman saya di tim sukses lain semuanya diancam dan diteror,’’ terang Andi Lasah Bandar.
Teror lain, menimpa Hadi Susanto. Rumahnya di Jalan Pisang Candi Barat 1, nomor 17 dilempar orang tak dikenal, Minggu (7/4) kemarin sekitar jam 02.00 WIB.
Pelaku yang diduga dua orang melempar kaca depan rumah Hadi Susanto. Akibatnya kaca berukuran 1,5 meter x 40 cm pecah. Usai melancarkan aksinya, pelaku  yang mengendarai motor langsung kabur.
‘’Saat kejadian saya tidak berada di rumah. Istri dan dua anak saya sedang tidur di rumah. Mereka langsung terbangun karena mendengar lemparan kaca menggunakan pot bunga di depan rumah,’’ terang Hadi, yang juga sekretaris tim sukses salah satu calon.
Mengetahui rumahnya diserang, istri Hadi langsung memberi tahu melalui telepon. Hadi yang sedang melakukan konsolidasi di Sukun langsung bergegas pulang.
Sampai kemarin sore ia  belum melapor polisi karena sulit mendeteksi pelaku. Namun demikian,  dia tetap berkoordinasi dengan polisi untuk meningkatkan keamanan di lingkungan sekitarnya.
‘’Saya menduga kejadian ini teror dan bernuansa politis. Sejak dua hari lalu, saya sering mendapat telepon dan SMS dari nomor tak dikenal yang mengancam keselamatan saya,’’ kata dia.
Hadi menandaskan tak punya masalah pribadi dengan pihak lain. Bahkan dia dengan warga selalu rukun. ‘’Apalagi saya mantan ketua RW 04 kelurahan Pisangcandi dan selalu dekat dengan warga,’’ katanya.
Sementara itu, Kapolsekta Lowokwaru Kompol Bayu Indra Wiguno, dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dalam kasus terbakarnya motor. Namun saat ini, pihaknya masih dalam proses penyelidikan.
‘’Kalau siapa pelakunya masih kami selidiki. Karena tidak ada saksi yang tahu. Korbannya juga mengaku tidak tahu. Namun sebelumnya korban memang sempat ada ancaman lewat kertas,’’ jelas Bayu. (agp/van/avi)