Uang Kotak Amal Dipakai ke Dolly

Kamarudin, warga kos di Jalan Manukan Tama Kota Surabaya, terpaksa mendekam di tahanan Mapolrestabes Surabaya. Selain berurusan sama pihak kepolisian, dosa besar harus ditanggungnya pula. Pasalnya pemuda 19 tahun itu nekat mencuri kotak amal masijid. Tragisnya uang kotak amal itu rencana akan dipakai ngesek bersama pekerja seks komersil (PSK) di lokalisasi Dolly. Di saat kejadian itu, pelaku berhasil memperoleh uang kotak amal sebesar Rp 22 juta dari dua masjid di kawasan Jalan Sambi Arum. Kini, sepak terjang bujangan yang bekerja di pembuatan meja biliar (belakang Masjid Baitul Fatah belakang UFO Manukan) ini berhasil terendus Unit Jatanum Polrestabes Surabaya dan meringkusnya berikut barang bukti (BB) dua kotak amal. Sementara tiga temannya, yakni Stemi, Arman, dan Gundul masih buron.
“Total yang diambil dari pelaku Rp 22 juta. Bahkan saat aksi terakhirnya di Masjid Baitul Fatah, usai mengambil isinya Rp 18 juta lalu kotak amalnya dibuang ke laut Pelabuhan Tanjung Perak,” terang Kanit Jatanum, Iptu M.S. Ferry.  Informasinya, pelaku yang berasal dari Desa Kaletek, Kecamatan Belu, Kabupaten Atambua, NTT sudah ada di Surabaya sudah 8 tahun. Selama itu, pelaku bekerja sebagai pembuat meja biliar. Awalnya tidak memiliki niatan untuk melakukan perbuatan kriminal atau sebagainya. Tapi, karena pengaruh pergaulan bersama teman-temannya ia sering diajak ke Dolly untuk kencan dengan PSK dan menghambur-hamburkan uang usai gajian, dia menjadi ketagihan.
Gaya kehidupan bebas inilah yang membuat tersangka harus mencari tambahan uang jika ingin melampiaskan syahwatnya ke lokalisasi. Bersama ketiga temannya, mereka beraksi di Masjid Al Fatah di jalan Sambi Arum. Layaknya jamaah yang akan menjalankan salat malam, keempat pelaku ini masuk masjid dan mengamati situasi termasuk keberadaan takmir yang biasa tinggal di masjid. Setelah dirasa aman, mereka lalu masuk dengan merusak salah satu pintu masjid. Pastinya sasaran yang diincar kotak amal. Awalnya, gembok yang menempel di kotak langsung dirusak dengan obeng. Mengetahui tumpukan uang dari para jama’ah masjid lalu diambil dan dihabiskan di lokalisasi.
Kali ini sasarannya Masjid Baitul Fatah. Seperti modus sebelumnya keempat pelaku ini menyaru untuk salat. Dan kali ini, uang yang ada di kotak amal jauh lebih besar yaitu Rp 18 juta. Karena takut aksinya terbongkar, kotak amal itu juga ikut dibawa. Untuk menghilangkan jejak, sengaja mereka membuangnya ke laut di Pelabuhan Tanjung Perak.  Namun pelaku tak sadar, aksinya kali ini telah dimonitor polisi usai menerima laporan dari warga. Begitu keberadaannya diketahui, polisi tak butuh lama untuk segera menciduk pelaku di tempat kerjanya. (bj/mar)