Keluarga Yakin dari Gigi

Penemuan Kerangka Handoko
MALANG–  Hingga kemarin, polisi tetap bersikokoh bila kerangka yang ditemukan di tengah kebun tebu Gunung Ringgit, Dusun Pilang, Desa Sidodadi, Lawang, Minggu (7/4) siang adalah Handoko. Polres Malang tetap ngotot bahwa untuk memastikan kerangka itu adalah siswa SMK PGRI Singosari yang hilang, harus menunggu dari tes DNA yang sudah dilakukan. “Kami masih belum bisa memastikan sebelum ada hasil dari tes DNA. Sedangkan tes DNA baru dikirim tadi (kemarin) ke Puslabfor Mabes Polri,” kata Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta. Belajar dari pengalaman sebelumnya penemuan kerangka milik Cahyani Elis Susanti, 16 tahun, warga Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri, Singosari, dia tak mau gegabah menyebut kerangka tersebut adalah warga Dusun Blendongan, Desa Sidoluhur, Lawang.
“Memang barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi kerangka itu, diakui oleh orang tua Handoko sebagai milik anaknya yang dipakai terakhir kali,” paparnya. Dijelaskan dia, penyidik Satreskrim Polres Malang saat ini masih bekerja untuk mengungkap kasus ini. Seperti mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk mencari kemungkinan-kemungkinan lainnya terkait kasus ini. Termasuk informasi dari timnya yang sedang melacak keberadaan Handoko yang dikabarkan ada di Jawa Tengah. “Tinggal lihat hasil DNA nantinya. Kalau memang kerangka itu adalah Handoko, maka siapa yang berada di Jawa Tengah harus kami dalami penyelidikan. Namun sebelum ada bukti hasil DNA, saya belum bisa memastikan apakah itu Handoko,” ujar mantan Kapolres Madiun Kota ini.
Sore kemarin, penyidik memeriksa salah seorang teman sekolah Handoko yang datang didampingi salah satu guru SMK PGRI Singosari di Mapolres Malang. “Ya, kami tadi memanggil teman dekat Handoko,“ kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah. Hanya saja, dia masih merahasiakan identitas teman Handoko yang diketahui perempuan itu, dengan alasan masih dalam kepentingan penyelidikan. Perwira yang pernah berdinas di Polres Malang Kota itu mengatakan, teman Handoko ini hanya sebatas dimintai keterangan serta melihat barang bukti yang ditemukan di sekitar kerangka. “Kami belum mengarah ke pelaku sebab kami masih kembali memintai keterangan dari para saksi ataupun teman-teman Handoko hingga menemukan suatu titik terang kasus ini,“ pungkasnya.
Sementara itu, Purnomo, Kepala Dusun Blendongan, Desa Sidoluhur, Lawang mengatakan keluarga masih meyakini bahwa kerangka itu adalah Handoko. Terutama Rusmini, ibunya yang sangat hafal dengan pakaian Handoko. “Dari celana, ikat pinggang serta pakaian memang benar adalah milik Handoko. Ibunya sangat yakin kalau kerangka itu adalah Handoko, karena dia yang setiap harinya mencuci pakaian milik anaknya. Salah satu pamannya juga mengatakan hapal dengan gigi yang ada pada kerangka, mirip dengan Handoko,” tuturnya.  Pantauan Malang Post keyakinan bahwa kerangka itu adalah Handoko, juga terlihat dari banyaknya pelayat yang datang ke rumahnya. Bahkan, malam kemarin di rumah Handoko sudah dilakukan pembacaan surat Yasin dan tahlil. “Malam ini sudah ada tahlilan,” pungkas Purnomo.
Seperti diketahui, Handoko, yang dicurigai menjadi pembunuh Cahyani Elis Susanti, akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka di tengah kebun tebu wilayah Gunung Ringgit, Dusun Pilang, Desa Sidodadi, Lawang. Kerangka itu, ditemukan sekitar jarak dua kilometer dari ditemukannya kerangka Yani, panggilan korban pembunuhan. Untuk memastikan identitas kerangka ini, anggota gabungan Polsek Lawang dan Satreskrim Polres Malang membawanya ke kamar mayat RSSA Malang. (agp/big/mar)