Pengeroyok Kakak Adik Diringkus

MALANG- Hanya dalam waktu dua hari, jajaran reskrim Polsekta Blimbing berhasil meringkus empat pelaku pengeroyokan terhadap kakak beradik, Bambang Eko Prayitno, 17 tahun dan Roy Zaenul Arifin, 16 tahun. Para pengeroyok tersebut, Zainul Rozikin, 16 tahun, Jaka Kelana, 18 tahun dan Saiful Alim, 18 tahun, ketiganya asal Kejayan, Pasuruan serta Sugiono, 15 tahun asal Wonorejo, Pasuruan. Namun hingga kemarin, polisi masih memburu sekitar tujuh pelaku lain yang masih kabur. Seperti diberitakan, Bambang dan Zaenul yang tinggal di  Dusun Krajan Timur RT02 RW08, Desa Turirejo, Lawang menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan puluhan pemuda di depan SPBU Jalan Panglima Sudirman, usai nonton konser Karnaval SCTV di Lapangan Rampal.
Dipaparkan Kanitreskrim Polsekta Blimbing, Ipda I Gusti Agung Ananta Pranata, keempat tersangka ini merupakan pelaku utama yang melakukan penganiayaan dan penusukan terhadap Bambang dan Zaenul.   “Sekarang ada satu pelaku utama lain yang kita kejar namanya Rudi asal Pasuruan,” katanya. Terungkapnya identitas para pelaku itu, lanjut dia, berkat salah satu korban yang mengaku mengenal salah satu orang dari puluhan pemuda yang mengeroyoknya. “Dari keterangan korban itulah, kami langsung melakukan operasi penangkapan di Pasuruan. Ada yang kita amankan dari rumahnya, namun ada juga yang di jalan. Semuanya kemudian kita amankan di Polsek Pohjentrek, Pasuruan sebelum dibawa ke Mapolsekta Blimbing,” terang Gusti, panggilannya. Motif pengeroyokan itu sendiri, terungkap karena masalah pertengkaran saat nonton konser musik di depan Stasiun Kota Baru beberapa waktu lalu.
“Ada salah satu teman korban, yakni Mamad bertengkar dengan kelompok asal Pasuruan itu. Mereka menantang duel satu lawan satu. Akhirnya mereka ketemu saat ada acara musik lagi di Lapangan Rampal. Di sanalah, Mamad bertengkar dengan kelompok Pasuruan. “Ujung-ujungnya, saat kelompok Pasuruan ini pulang, bertemu dengan Mamad dan dua korban di depan bundaran SMP 5 Malang. Pengeroyokan pun tidak bisa dihindarkan hingga akhirnya kakak beradik ini tumbang,” tegas mantan Kanit Laka Lantas Polres Malang Kota itu. Masih menurut Gusti, tersangka Zainul memukul  dengan menggunakan gir, sedangkan Jaka Kelana menusuk dengan menggunakan pisau. “Rencananya, berkas dan semua tersangka dilimpahkan ke UPPA Polres Malang Kota karena masih dibawah umur. Namun, pengejaran terhadap pelaku yang belum tertangkap, tetap kita lakukan,” pungkasnya. (mar/nug)