Tuduh Selingkuh, Peras Puluhan Juta

MALANG-  Komplotan pemeras dengan modus operandi menuduh korban berselingkuh, masuk dalam jebakan Team Crime Cruiser (TCC) Satreskrim Polres Malang Kota. Tiga orang diamankan dalam operasi penangkapan yang dilakukan di depan kantor kios Bank CIMB Niaga Jalan Ahmad Yani Malang, Senin (8/4) malam.
Mereka adalah Akhmad Safirudin, 22 tahun, warga Perum Sapto Raya Pakis yang juga memiliki tempat tinggal di Padomasan, Jember dan Gombleh, Lumajang, Ari Sugiantoro, 17 tahun, warga Padomasan, Jember serta Aditya, 26 tahun, warga Jalan Bukirsari Malang.
Dari mereka, polisi menyita berbagai barang bukti berupa uang tunai Rp 1 juta, empat ponsel berbagai merek, satu motor Yamaha Byson dan satu Honda Beat.
Selain ketiga tersangka, salah satu orang juga diamankan dan hingga kemarin masih menjalani pemeriksaan intensif yakni Eka Martya Arif, 18 tahun, warga Perum Graha Gardenia, Desa Saptorenggo, Pakis. Namanya dicatut oleh ketiga tersangka ketika diperiksa di ruang Satreskrim.
Kapolres Malang Kota, AKBP Teddy Minahasa Putra, SH, SIK memberikan apresiasi terhadap keberhasilan anggotanya tersebut. Dia menegaskan, anggota reskrim masih mengembangkan kasus ini lebih lanjut.
Dalam konferensi pers kemarin, terungkap bila kawanan ini sudah melakukan pemerasan dengan modus serupa hingga empat kali. Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH merinci, dua kasus berada di kota Malang sedangkan dua lainnya dilakukan di Karangploso dan Lawang.
‘’Penyidik masih mengembangkan untuk TKP lainnya. Ada dugaan masih ada kasus serupa yang belum dilaporkan ke polisi,” papar dia.  Modus yang dilakukan, lanjut mantan Kapolsek Wajak itu, para tersangka mengaku sebagai wartawan dari salah satu mingguan dan menuduh korban berselingkuh. Setelah itu meminta sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah.
AKP Arief Kristanto, SH, SIK, perwira yang baru sehari menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Malang Kota menerangkan, para tersangka ini ditangkap berkat laporan korbannya, SF, 26 tahun, warga Jalan Polowijen Malang.
‘’Korban dimintai uang Rp 50 juta dan diancam bila tidak diberi akan dimasukkan berita perselingkuhannya di koran. Dia lantas melapor ke polisi,’’ kata mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu.
Anggota TCC lalu memancing para pelaku dan menyerahkan uang Rp 1 juta sebagai uang muka untuk kesepakatan itu. Begitu korban dan tiga pelaku yang naik dua motor bertemu di depan kantor kios Bank CIMB Niaga Jalan Ahmad Yani Malang, polisi pun melakukan penangkapan.
Informasi yang dihimpun, komplotan pemeras ini sudah dianggap meresahkan masyarakat. ‘’Biasanya, mereka selalu cangkrukan  di Royal Inn menunggu calon korbannya. Setelah melihat ada mangsa, mereka kemudian membuntuti sekaligus memfoto dan mencari data pasangan selingkuh ini. Setelah mendapatkannya, mereka lalu menelpon dan mengancam untuk menyebarkan perselingkuhan itu di dalam koran bila tidak diberi uang yang diminta,’’ ujar salah satu sumber yang minta namanya dirahasiakan di jajaran Polres Malang Kota. (mar)