Terseret Ombak Saat Rayakan Ultah

GEDANGAN – Pantai Bajulmati di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, kembali menelan korban jiwa. Selasa (9/4) siang, seorang nelayan asal Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dilaporkan hilang digulung ombak ke tengah laut, saat mandi di pinggir pantai.
Hingga kemarin, tubuh Jalal, 28 tahun ini, masih belum diketemukan. Petugas Polair Polres Malang, dibantu Polsek Gedangan, Tim SAR Kabupaten Malang dan warga sekitar masih melakukan pencarian, dengan menyisir sekitar pantai.
“Untuk pencarian kami masih terus berupaya. Selain menyisir sekitar pantai, juga meminta bantuan para nelayan yang sedang pergi melaut dengan perahu,” ungkap Kasatpolair Polres Malang, Iptu Slamet Prayitno.
Informasi yang diperoleh, sebelum hilang terseret ombak, korban sedang memeriahkan ulang tahunnya. Kebetulan Selasa lalu adalah hari kelahirannya yang ke 28 tahun. Acara semula diadakan dengan makan-makan di pinggir Pantai Sendangbiru bersama empat temannya, sekitar pukul 11.00.
Diantaranya Yeyen (23), Benu (25). Wawan (24) dan Wahyu (26), yang kesemuanya adalah warga Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan. Sekitar dua jam usai makan-makan, korban lalu mengajak keempat temannya melanjutkan pesta di pinggir Pantai Bajulmati.
Mereka pun berangkat ke Pantai Bajulmati dengan berboncengan sepeda motor. Kebetulan jarak antara Pantai Sendangbiru dengan Pantai Bajulmati, cukup dekat sekitar 2,5 kilometer. Sesampainya di Bajulmati, kelompok pecinta motor vespa ini kembali makan-makan dengan membakar ikan.
Selang satu jam kemudian, korban merasakan kalau tubunya terasa panas, kemudian mengatakan kepada teman-temannya ingin mandi di pinggir pantai. Meski teman-temannya sudah memperingatkan bahwa keinginannya (mandi) tersebut cukup bahaya, tetapi korban tetap pergi ke bibir pantai dan mandi.
Ketika mandi inilah, datang ombak besar yang langsung menggulung tubuhnya. Keempat temannya yang mengetahui kejadian itu, tak bisa berbuat apa-apa karena takut melihat ombak besar. Mereka hanya bisa melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar dan petugas Satpolair Polres Malang.(agp/han)