Tewas Dibantai Perampas Motor

MALANG POST -  Kenekatan Taufik Tofani, 48 tahun, warga Dusun Morotanjek RT02 RW07, Desa Purwoasri, Singosari untuk mempertahankan motornya, dari tangan enam penjahat jalanan harus dibayar dengan nyawanya, kemarin pagi di Jalan Dusun Cengkaruk Watu, Desa Capang, Purwodadi, Pasuruan.
Dia mengembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas Purwodadi, akibat luka bacok di sekujur tubuhnya. Jenazah bapak tiga anak itu, kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk diperiksa. Sementara, kasusnya menjadi atensi penyelidikan yang dilakukan jajaran reskrim Polsek Purwodadi dan Polres Pasuruan.
Kepada Malang Post, Alfiah, 38 tahun, adik kandungnya menjelaskan bila sekitar pukul 05.30, Taufik mengendarai motor Honda Tiger yang baru dibelinya menuju tempat kerjanya, sebuah bengkel karoseri di kawasan Pandaan.
‘’Dia memang punya rumah di Pandaan. Kebetulan kemarin dia baru dari anak-anaknya di Singosari,’’ terangnya. Saat melintas sebelum buk manten Desa Capang, tiba-tiba motornya dilempar bondet (bom ikan) oleh enam orang tak dikenal yang berada di jalanan itu. Bumm!
‘’Menurut polisi yang memeriksa saksi-saksi di lokasi, kakak saya itu langsung berhenti,’’ lanjut wanita ini. Belum sadar atas kagetnya, tangan kanannya langsung dibacok salah seorang pelaku hingga terjatuh dari motor.
Sadar menjadi korban kejahatan, dia pun berusaha lari menyelamatkan diri sambil berteriak minta tolong. Namun, sejurus kemudian Taufik kembali lagi, saat melihat para pelaku ini mengambil motornya.
‘’Kakak saya ini lalu berusaha mempertahankan motornya sambil melawan enam pelakunya. Dianggap melawan inilah, mereka menyerang kakak saya. Mulai dari kepala sampai tangan disabet celurit. Helmnya saja sampai pecah. Setelah itu dia tersungkur di jalan,’’ urai Alfiah yang bekerja di salah satu pabrik rokok ini.
Saat melihat korbannya sudah tidah berdaya, enam perampok ini kemudian mengambil motor Honda Tiger itu. Belum kesampaian niat itu, seorang polisi kebetulan lewat dan melontarkan tembakan peringatan.
Melihat ada polisi dan warga mulai berdatangan, enam pelaku ini kabur dengan mengendarai tiga motor menuju arah utara.  Alfiah hanya berharap, pelaku dapat segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Semoga bisa ditangkap,” pungkasnya. (mar)