Siswa SMK Singosari Diduga Korban Perampokan

SINGOSARI-Misteri masih menyelimuti kasus tewasnya dua murid SMK PGRI Singosari, Cahyani Elis Susanti dan Handoko. Hingga saat ini penyidik kepolisian belum menemukan titik terang penyebab kematian keduanya. Dugaan mengarah keduanya menjadi korban perampokan.
Seperti disampaikan oleh Kepala SMK PGRI Singosari, Bagyo Spd yang menduga kedua murid kesayangannya itu menjadi korban perampokan. Lantaran menurutnya, keduanya terlihat terakhir oleh teman-temannya berada di depan pintu masuk areal latihan militer Kodam V/ Brawijaya yang dikenal sepi.
“Informasi dari teman-temannya, Handoko dan Cahyani memang terlihat terakhir di persimpangan memasuki areal militer itu menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter warna merah. Menurut warga sekitar, tempat itu memang dikenal sepi dan rawan tindak kejahatan,“ kata Bagyo, kepada Malang Post kemarin.
Terlebih menurut Bagyo, kedua murid kesayangannya itu memasuki kawasan militer tersebut saat sore hari. Lanjutnya, bila hari telah petang di kawasan tersebut tak ada pencahayaan. Nah saat itu menurutnya, diduga kuat dua murid kesayangannya itu menjadi korban perampokan.
“Setelah sepedanya dirampok, mungkin keduanya kemudian langsung dibunuh oleh pelaku untuk meninggalkan jejak. Lantaran hingga saat ini, sepeda milik Handoko belum ditemukan,” beber Bagyo.
Dia sebelumnya juga tak mempunyai firasat, maupun kejadian yang janggal, semenjak keduanya diketahui hilang (6/4) lalu.
Sementara itu, penyidik Polres Malang mengaku belum menemukan titik terang untuk menyelidiki kasus ini. Disinggung mengenai dugaan keduanya tewas akibat dirampok, penyidik tak menampiknya. Diketahui juga, penyidik kepolisian saat ini masih memintai keterangan dari teman-teman Handoko dan Cahyani.
“Penyelidikan yang kami lakukan masih belum mengarah kesana. Kemungkinan itu memang ada, dan masih banyak kemungkinan lainnya. Tunggu saja perkembangan dari tim penyidik yang saat ini masih bekerja,“ ungkap Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta SIK, saat dihubungi terpisah.
Sebelumnya, kepolisian menduga kuat bahwa pelaku pembunuhan Cahyani adalah Handoko, pemuda asal Dusun Blendongan, Desa Sidoluhur, Lawang. Dugaaan itu akhirnya sirna, setelah kembali ditemukan kerangka di kawasan Gunung Ringgit, Dusun Pilang, Desa Sidodadi, Lawang. (big/jon)