Baru Satu Korban Melapor

MALANG- Upaya memberangus komplotan pemeras yang bermodus menuduh korbannya berselingkuh, terus dilakukan anggota Team Crime Cruiser (TCC) Satreskrim Polres Malang Kota. Kemarin, beberapa petugas memburu dua pelaku lain yang ikut dalam melakukan pemerasan tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, Akhmad Safirudin, 22 tahun, warga Perum Sapto Raya Pakis yang juga memiliki tempat tinggal di Padomasan, Jember dan Gombleh, Lumajang, Ari Sugiantoro, 17 tahun, warga Padomasan, Jember serta Aditya, 26 tahun, warga Jalan Bukirsari Malang ditangkap di depan kantor kios Bank CIMB Niaga, Jalan Ahmad Yani Malang karena terbukti melakukan pemerasan terhadap korbannya yakni SF, 26 tahun, warga Jalan Polowijen Malang.
“Masih ada dua orang lagi yang kita buru. Nama-namanya sesuai dengan pengakuan para tersangka yang ditangkap,” ucap salah satu sumber Malang Post di Polres Malang Kota. Dua orang yang identitasnya dirahasiakan itu, ikut berperan memonitor dan merekam aktifitas calon korbannya usai pulang dari hotel. Informasi yang didapat Malang Post, para korban yang diperdayai kelompok itu, kebanyakan merupakan pelanggan tetap Royal Inn yang berada di Jalan Tenaga Baru Malang. Bahkan, hasil dari pemerasan ini, mencapai puluhan juta rupiah. Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto, SH, SIK meminta agar para korban yang pernah diperas kawanan ini, melapor ke polisi.  “Kami meminta kepada para korban untuk melapor ke kami. Sebab, saat ini masih baru satu orang saja yang melaporkan pemerasan tersebut,” terangnya dikonfirmasi kemarin.
Disinggung tentang anggota komplotan yang masih diburu, dia mengaku pihaknya memang masih mengembangkan perkara ini hingga ke pelaku lain. “Masih kita kembangkan. Sedangkan yang sudah tertangkap, kita sidik,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu. Disinggung tentang nama Eka Martya Arif, 18 tahun, warga Perum Graha Gardenia, Desa Saptorenggo, Pakis yang ikut diamankan saat datang ke ruang penyidikan, diakui dia masih dalam taraf penyidikan. “Tapi berdasarkan pengakuan ketiga tersangka, selangkah lagi arahnya bisa ke tersangka,” ujarnya. Nama Eka sendiri berulangkali disebut-sebut para tersangka sebagai orang yang berada dibalik kasus pemerasan para korban. Dia juga diketahui sebagai orang yang menghubungi dan mendatangi  para korban usai mendapatkan data-data lengkap tentang korbannya, mulai dari pekerjaan hingga status keluarganya. (mar)