Perampas Uang Nasabah BCA Nyaris Dibakar Massa

DIBAKAR : Sepeda motor Yamaha Vixion yang dijadikan sarana merampas para pelaku aksi perampasan nasabah BCA, dibakar massa.

WONOSARI – Warga Dusun Kacangan, Desa Plandi, Kecamatan Wonosari berhasil menggagalkan aksi perampasan uang milik, Santoso (37) yang baru mengambil uang di BCA Kepanjen sebesar Rp 20 juta. Dari empat pelaku perampasan, satu pelaku berhasil ditangkap, tiga lainnya melarikan diri dari aksi warga.
Pelaku yang tertangkap, Iskandar, 30 tahun, yang mengaku warga Jakarta Selatan ini, babak belur setelah dihakimi warga sekitar Dusun Kacangan, Desa Plandi, Wonosari. Bahkan sepeda motor Yamaha Vixion N 6910 VJ warna hitam, yang dijadikan sarana beraksi ludes dibakar warga.
Amuk massa itu sendiri, melecut setelah Iskandar dan tiga temannya tertangkap tangan merampas tas berisi uang Rp 20 juta milik Santoso, 37 tahun, warga Wonosari. Beruntung warga saat itu tidak sampai membakarnya hidup-hidup. Sedangkan tiga pelaku lainnya yang salah satunya diketahui berinisial HR, berhasil kabur.
“Kasus perampasan ini langsung diambil alih oleh Polres Malang. Sekarang masih dalam pengembangan karena masih ada pelaku lain yang belum tertangkap,” ungkap Kapolsek Wonosari, AKP Afan Junaidi.
Informasi yang diperoleh, peristiwa amuk massa ini terjadi sekitar pukul 12.00. Ceritanya, siang itu korban baru saja mengambil uang di Bank BCA cabang Kepanjen. Dia mengambil uang sebesar Rp 20 juta. Setelah cair, uang dimasukkan ke dalam tas dan langsung pulang dengan mengendarai mobil pick up.
Saat perjalanan pulang ini, korban tidak sadar kalau terus dibuntuti oleh empat pelaku yang berboncengan sepeda motor. Santoso baru menyadari saat berhenti di jalan depan rumahnya. Ketika turun dari mobil sembari membawa tas berisi uang, tiba-tiba didekati oleh salah satu pelaku yang kemudian berusaha merampas tas.
Sadar telah menjadi korban perampasan, Santoso lantas berusaha mempertahankan tas miliknya.. Bahkan, dia sempat berkelahi dengan pelaku Iskandar ini. Disaat korban dan tersangka berkelahi ini, datang puluhan warga sekitar yang membantu korban dengan menghakimi Iskandar. Sedangkan tiga pelaku lain yang melihat banyak warga, memilih kabur.
Begitu kondisi Iskandar babak belur, petugas Polsek Kromengan yang mendapat laporan datang ke lokasi untuk mengamankan tersangka. Karena melihat kondisi luka tersangka di kepala cukup parah, langsung dilarikan ke UGD RSUD Kanjuruhan Kepanjen. “Saya asal Jakarta. Di Malang tinggal di mana saya tidak tahu. Yang saya kenal hanya ikut tinggal bersama HR,” tutur tersangka Iskandar.(agp/aim)