Tak Kunjung Sembuh, Janda Nekat Nyemplung Sumur

OLAH TKP:  Petugas Polsek Kromengan, ketika melihat lokasi sumur tempat korban bunuh diri.

KROMENGAN – Diduga karena frustasi, seorang janda empat anak warga Jalan Timbang Jaya, RT 23 RW 06, Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, kemarin siang nekat bunuh diri. Korban bernama Remi, 50 tahun ini, mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri ke dalam sumur yang ada di samping rumahnya.
Aksi nekat tersebut dilakukan saat kondisi rumahnya sedang sepi. Setelah dievakuasi, jenazah korban kemarin langsung dimakamkan. Petugas Polsek Kromengan yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan bekas tanda kekerasan di tubuhnya. Korban meninggal dunia murni karena bunuh diri.
“Atas kesepakatan pihak keluarga dan perangkat desa, jenazahnya tidak dibawa ke rumah sakit. Cukup visum luar dari Puskesmas. Apalagi dari hasil olah TKP, korban murni karena bunuh diri. Alasannya karena frustasi dengan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh,” ungkap Kapolsek Kromengan, AKP Mujianta yang memimpin langsung proses olah TKP.
Diperoleh keterangan, sebelum diketahui bunuh diri, korban yang tinggal serumah dengan anak bungsunya, Denta, 9 tahun, siswa kelas III SD ini, masih ngobrol dengan Handoko, 30 tahun, anak ketiganya yang tinggal di Desa Trenyang – Sumberpucung. Handoko sendiri datang menjenguk ibunya, karena Rabu lalu korban baru saja jatuh dari tempat tidur.
Namun karena harus bekerja, Handoko lalu berpamitan pergi. Sedangkan Denta sendiri, saat itu juga harus berangkat sekolah. Diduga ketika sendirian di rumah inilah, korban langsung nekat bunuh diri mencebur ke dalam sumur.
“Dugaannya korban ini karena frustasi dengan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh. Sekitar 2,5 bulan lalu, dia baru saja operasi tumor di perutnya. Dan setelah operasi itu ketika dibuat makan, makanan yang sudah ditelan keluar lagi. Rumahnya sekitar sebulan lalu, juga baru saja di bedah rumah oleh Koramil Kromengan,” ungkap Sutiono, tetangga korban sembari mengatakan bahwa anak pertama dan keduanya berada di Banyuwangi serta Kalimantan.
Sementara saksi yang kali pertama mengetahui korban bunuh diri ini adalah Mak Pun, penjual rujak yang rumahnya di depan rumah korban. Mak Pun yang setiap harinya memberi makan ini, siang kemarin pukul 12.00 datang ke rumah korban bermaksud untuk memberi makan.
Ketika masuk lewat pintu samping, saksi curiga dengan kain jarik yang berada di bibir sumur. Apalagi saat dipanggil berulang kali korban juga tidak ada reaksi. Karena curiga, Mak Pun lantas memberanikan diri melihat ke dalam sumur. Saat itulah, saksi melihat tubuh korban di dalam sumur. Seketika dia langsung berteriak minta tolong pada warga sekitar yang kemudian melaporkan ke petugas Polsek Kromengan.(agp/aim)