Sekap Satpam, Gasak Rp 20 Juta

DIRUSAK : Pintu rumah H Hasyim yang dirusak perampok.

Juragan Barang Bekas Pakisaji Dirampok
PAKISAJI - Aksi perampokan kembali mengguncang wilayah Kabupaten Malang. Dini hari kemarin, rumah pengepul barang bekas, H Hasyim, 43 tahun, di Dusun Segenggeng, RT20 RW04, Desa Wonokerso, Pakisaji ini yang menjadi sasarannya. Akibat kejadian itu, korban menderita kerugian sekitar Rp 20 juta.
Kasus perampokan ini sendiri, kemarin langsung ditangani petugas Polsek Pakisaji. Polisi masih menyelidiki para pelaku yang diketahui berjumlah enam orang dengan memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami masih menyelidiki pelakunya. Beberapa saksi masih kami mintai keterangan. Dari keterangan beberapa saksi korban, pelakunya masih muda-muda," ungkap Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari.
Mantan Kapolsek Gedangan ini menambahkan, kejadian perampokan yang terjadi di rumah korban ini bukan kali yang pertamanya. Sekitar tiga tahun lalu (2010), rumah korban juga pernah menjadi sasaran perampok. Pelaku saat itu, menjarah sepeda motor serta HP milik korban.
Sementara itu, aksi perampokan  dini hari kemarin terjadi pukul 02.00. Saat kejadian di rumah ada empat orang. Diantaranya Suwarti, 40 tahun, istri Hasyim, Muhammad Soleh, 23 tahun dan Muhammad Inung, 13 tahun anaknya. Serta Desi Hardini, 21 tahun, istri Soleh dan anaknya Iqbal, 2 tahun. Sedangkan H Hasyim sendiri, sejak Kamis siang pergi ke Surabaya.
Pelaku yang berjumlah enam orang, dua diantaranya memakai cadar dan bersenjata celurit ini masuk ke dalam rumah dengan mendobrak pintu depan menggunakan gulungan kabel. Begitu berhasil masuk pelaku langsung melumpuhkan korban dengan mengikat kedua kaki dan tangan menggunakan tali rafia warna hijau. Mulut korban juga ditutup dengan lakban. Setelah itu dikumpulkan dalam satu ruangan di dalam kamar Suwarti.
"Sebelum pelaku masuk, saya sempat bangun karena anak saya menangis. Saat itu saya mendengar ada suara langkah kaki. Ketika saya lihat di jendela, ada orang yang mematikan lampu depan. Karena takut saya langsung memberitahukan suami (M Soleh), dan saat mau keluar pelaku sudah masuk ke dalam rumah," terang Desi Hardini.
Begitu semua penghuni rumah dilumpuhkan, pelaku lalu menguras beberapa barang berharga milik korban. Diantaranya uang tunai Rp 1,2 juta, beberapa perhiasan emas seberat 25 gram, empat buah HP, VCD player, keris serta sepeda motor Yamaha Jupiter.
Setelah berhasil mendapatkan barang berharga, pelaku tidak langsung kabur. Sebaliknya empat dari enam pelaku, masuk ke ruang belakang. Selanjutnya dengan menggunakan tangga, keempat pelaku masuk ke dalam gudang kertas yang ada di sebelah rumah korban. Di gudang itu, pelaku menyekap seorang satpam, yakni Salim, warga sekitar yang kemudian merampas HP dan mengambil kunci kontak motor. Baru setelah mendapatkan semua barang yang diincar, pelaku langsung kabur.(agp/nug)