Legislator ‘DPO’ Masih Diusulkan Jadi Caleg

MALANG – Yazidul Choir, S.Sos, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, ternyata tidak hanya menjadi buruan empat orang, yang menjadi korban penggelapan. Legislator dari partai PPP ini, juga masuk dalam ‘daftar pencarian orang’ oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Malang. Dia dicari karena tidak pernah aktif di kegiatan dan jarang sekali ngantor.
‘’Kami sudah berusaha mencarinya. Tapi tidak pernah ada di tempat. Nomor HP-nya juga mati tidak bisa dihubungi. Dia itu sangat sulit dicari dan ditemui,’’ ungkap Ketua BK DPRD Kabupaten Malang, Teguh Hariono.
Menurut Teguh, terkait indisipliner yang dilakukan Yazidul, sesuai prosedur peraturan tata tertib, BK sudah bertindak dengan memberikan surat teguran secara tertulis yang ditujukan kepada Yazidul, dengan tembusan Fraksi Golkar dan induk partai PPP. Tetapi surat teguran yang dilayangkan sekitar dua bulan lalu itu sama sekali tidak ada tanggapan.
‘’Yazid (panggilan Yazidul Choir, Red.) tetap jarang ngantor. Bahkan Fraksi Golkar sudah angkat tangan. Kami memberikan tembusan surat teguran ke Fraksi Golkar itu, karena Yazid dulunya menjadi anggota dewan lewat Fraksi Golkar,’’ ujar Teguh.
Terkait dugaan penggelapan puluhan mobil yang dilakukan oleh Yazidul sendiri, Teguh mengatakan kalau sampai saat ini BK masih belum mendapat laporan resmi. Namun dia berjanji jika memang ada laporan, akan segera menindaklanjuti dengan menggelar rapat bersama pimpinan dewan.
‘’Kalau memang ada pelanggaran, ya pastinya akan ada tindakan tegas. Jika memang perkara penggalapan itu sudah dilaporkan ke polisi, pihaknya menyerahkan proses sepenuhnya ke Polres Malang,’’ terangnya.
Teguh juga menghimbau kepada Yazidul, untuk bersikap kooperatif sesuai dengan landasan etika dan tata tertib sebagai anggota dewan. ‘’Hadapi saja secara wajar. Wakil rakyat dipilih oleh rakyat, kok dicari tidak ada,’’ katanya.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Malang, Budi Kriswiyanto, dikonfirmasi terkait tuduhan penggelapan yang diarahkan pada Yazidul, tidak mau berkomentar banyak. Dia menganggap bahwa itu adalah urusan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan Komisi. Namun dia membenarkan tentang Yazidul yang jarang sekali ngantor.
‘’Saya no coment kalau soal itu. Itu diluar urusan saya dan bukan wewenang Komisi. Tetapi kalau soal ngantor tidaknya, dia memang jarang sekali datang dan ikut rapat. Kalau pun datang ngantor hanya sebentar lalu pergi lagi,’’ tutur Budi Kriswiyanto.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Malang, Syaiful Efendi, mengatakan, pihaknya langsung menggelar rapat bersama jajaran pengurus terkait dugaan penggelapan mobil yang dilakukan oleh salah satu kadernya. Hasil dari keputusan rapat, akan memanggil Yazidul untuk diklarifikasi terkait persoalan penggelapan mobil, sekaligus teguran dari BK dan Fraksi Golkar.
‘’Rencana pemanggilannya itu Sabtu besok (hari ini, red) tetapi kami tunda Senin depan di kantor DPC PPP di Karanglo, Singosari. Penundaan karena besok (hari ini) ada pertemuan Bacaleg oleh LP2 (Lajnah Pemenangan Pemilu) untuk persiapan pendaftaran caleg. Tetapi jika besok Yazidul datang, maka akan langsung kami klarifikasi. Karena namanya masuk dalam daftar 42 caleg yang diusulkan oleh Kordapil,’’ jelas Syaiful Efendi.
Namun jika Yazidul tidak datang dan tidak memenuhi panggilan, maka akan dirapatkan lagi oleh pengurus DPC PPP dan bersiap untuk di follow up. ‘’Ya kalau memang melanggar, sanksinya yang seperti itu (PAW),’’ tegasnya.
Sementara, Syamsul Ramli, satu dari empat korban penggelapan, mengatakan pihaknya hari ini akan melaporkan penggelapan mobil itu ke Polres Malang Kota. Rencananya dia melapor bersama-sama dengan H Nur Kholiq, korban penggelapan lainnya.
‘’Sebetulnya hari ini tadi (kemarin, Red.) kami akan membuat laporan resmi. Tetapi karena masih ada bukti yang kurang, akhirnya baru besok (hari ini, red) kami akan laporan resmi ke Polres Malang Kota, karena TKP penyerahan mobil ada di Kota Malang,’’ ujar Syamsul. Sedangkan Fauzi Akbar dan Fahris Afandi, dua korban lainnya baru akan melapor ke Polres Malang, Senin depan.
Sekedar diketahui, empat orang yang mengaku menjadi korban penipuan anggota DPRD Kabupaten Malang, Yazidul Choir, Kamis sore lalu mendatangi Polres Malang. Mereka membuat pengaduan secara lisan, kalau telah menjadi korban penggelapan mobil. Akibatnya mereka mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah, dikonfirmasi mengatakan kalau sampai kemarin pihanya belum mendapat laporan resmi.
Namun dia berjanji, jika memang sudah ada laporan dan bukti akan memproses dan menyelidiki dengan tidak pilih tebang. “Kalau memang terbukti ada ranah pidana, ya tetap kami proses tidak ada pilah-pilah,” tandas Decky.
Disinggung soal kasus penggelapan mobil yang dilakukan Suhadi, mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini mengatakan bahwa perkaranya masih berjalan. Sekarang ini, berkas pemeriksaan Suhadi sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen, sekitar sepekan lalu.
‘’Berkas Suhadi sudah kami kirimkan, sekarang tinggal menunggu ditetapkannya P21 (sudah dinyatakan lengkap),’’ ujar Decky. Jika sudah dinyatakan P21, lanjut mantan Kasatreskrim Polres Batu ini, pihaknya akan segera memanggil Suhadi untuk diserahkan ke Kejaksaan.
‘’Kalau panggilan pertama mangkir, kami akan lakukan pemanggilan tahap kedua. Kalau tetap saja tidak datang, nantinya akan kami jemput paksa,’’ tegasnya. (agp/avi)