Sanksi Yazid Diputuskan

MALANG – Hari ini akan menjadi hari penentuan bagi anggota DPRD Kabupaten Malang asal PPP, Yazidul Choir. Mantan ketua DPC PPP Kabupaten Malang itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang diduga melakukan penggelapan banyak mobil di depan pimpinan DPC PPP Kabupaten Malang. DPC sudah menjadwalkan hari ini untuk memanggil Yazid.
“Kami akan melihat apakah yang bersangkutan hadir atau tidak. Tapi, kami sudah melayangkan surat panggilan kepada Yazid untuk hadir Senin ( hari ini, red) ke DPC PPP,” terang Ketua DPC PPP Kabupaten Malang Syaiful Effendi kepada Malang Post, kemarin.
Jumlah orang yang menjadi korban penggelapan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, Yazidul Choir, S.sos, ternyata tidak hanya empat orang. Dari data yang diperoleh Malang Post, diketahui masih ada puluhan orang yang menjadi korban. Hanya saja mereka masih menutup diri, karena berharap ada itikad baik dari Yazidul atau keluarganya untuk mengambalikan atau ganti rugi.
Salah satunya adalah Jumari alias Konteng, 42 tahun, warga Sawahan – Turen. Kepada Malang Post saat dihubungi via telepon, dia mengakui memang ikut menjadi korban Yazidul. Uang puluhan juta yang dipinjam oleh Yazid (sapaan akrab Yazidul Choir) beberapa tahun lalu, hingga kemarin belum dikembalikan.
Namun saat dikonfirmasi lebih jauh, Jumari masih enggan membeberkan kronologis peminjaman uang. Alasannya, karena dia masih diberi janji oleh keluarga Yazid, uang yang dipinjam akan dikembalikan pada 27 April.
“Sebetulnya sini (Kecamatan Turen, red) bukan saya saja yang menjadi korban. Ada banyak lebih dari sembilan orang yang menjadi korban. Namun kami berharap ada penyelesaian kekeluargaan dengan mengembalikan uang yang dipinjam. Kalau memang sampai tanggal 27 April nanti, tidak ada kejelasan atau itikad baik, langkah yang kami ambil mungkin sama dengan empat korban yang sudah mengadukan ke polisi,” terang Jumari.
Selain Jumari, satu lagi korban penggelapan adalah seorang ulama warga Dilem – Kepanjen, yang meminta untuk tidak menyebutkan namanya terlebih dahulu. “Nanti saja kalau memang janjinya tidak ditepati dan tidak ada itikad baik, saya baru mau disebutkan nama. Tetapi saat ini saya berkata hati nurani, dengan memberi waktu untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Karena sampai saat ini saya masih komunikasi dengan keluarganya,” ujarnya.
Disinggung terkait penggelapan sendiri, menurutnya barang miliknya yang digelapkan Yazid adalah mobil Panther. Sekitar dua tahun lalu Yazid, mengatakan pinjam mobil Panther miliknya untuk dijual karena butuh uang. Yazid menjanjikan akan mengembalikannya dalam waktu dua bulan.
Tetapi sampai saat ini, uang penjualan mobil sebesar Rp 50 juta itu tidak dikembalikan kepadanya. Ketika dikomunikasikan dengan keluarganya, pihak keluarga Yazid menjanjikan untuk mengembalikan akhir Maret 2013 lalu. Namun sampai sekarang belum ada kabarnya.
“Saya tunggu satu sampai dua hari ini, coba untuk komunikasi dengan keluarganya dulu. Kalaupun memang tidak ada niatan baik, ya nanti saya akan laporkan ke polisi,” katanya, sembari mengatakan bahwa di Kota Batu, ada pemilik rental bernama Santoso yang juga ikut menjadi korbannya.
Sementara itu, Syamsul Ramli, pemilik rental Maha Jaya Tour & Travel yang menjadi korban, mengatakan kalau dirinya Sabtu siang kemarin sudah mendatangi Polres Malang Kota untuk membuat laporan pengaduan terkait penggelapan mobil yang dialaminya. Namun karena persyaratannya belum lengkap, dia diminta untuk melengkapi terlebih dahulu.
“Tadi (kemarin, red) saya sudah ke Polres Malang Kota, tetapi diminta untuk membuat surat laporan pengaduan secara tertulis dulu. Baru setelah itu pengaduan saya diterima. Penyidik juga mengatakan saat membuat laporan pengaduan supaya bersama-sama dengan korban lain yang TKP-nya ada di Kota Malang,” terang Syamsul Ramli.
Sementara itu, sampai kemarin Yazidul Choir masih belum bisa dimintai keterangannya. Ketika dihubungi di nomer ponselnya juga tidak aktif. Dan ketika di datangi di rumahnya di Jalan Letjen S Parman 12 Gondanglegi, tidak ketemu. Rumah bercat coklat yang menghadap ke selatan terlihat sepi.
Warga sekitar pun, ketika ditanya keberadaan Yazidul Choir, juga mengaku tidak ada yang tahu. Karena sudah lama Yazidul tidak pernah datang ke rumahnya itu. “Kalau Abah Yazid (Yazidul Choir), sudah lama tidak di rumah ini. Disini hanya ditempati oleh umik-nya (ibunya) saja. Tetapi terlihat sepi, mungkin sedang tidak ada di rumah,” ujar beberapa ibu di sekitar rumah Yazid.(agp/aim)