Pasutri Lawang Edarkan Obat Terlarang

LAWANG – Janji untuk selalu setia dalam suka dan duka, benar-benar dijalani pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Ketindan, Kecamatan Lawang. Yakni Eva Dwi Yudha, 27 dan istrinya Maria Alfatul, 31 tahun. Keduanya tidak hanya rukun dalam urusan berdagang buah, tetapi juga kompak mendekam di balik terali besi Mapolres Malang, sejak akhir pekan lalu.
Pasutri yang dikaruniai satu anak berusia 4 tahun ini, dijebloskan ke dalam penjara karena mengedarkan obat terlarang tanpa disertai surat izin edar. Selain mereka berdua, Satuan Reskoba Polres Malang juga menangkap Jumadiono, 29 tahun, warga Desa Tejowangi, Purwosari – Pasuruan.
“Mereka bertiga ini kami tangkap secara terpisah. Pertama yang kami amankan adalah Jumadiono, kemudian baru pasangan suami istri tersebut. Dari mereka bertiga ini, kami mengamankan 100 butir pil koplo sejenis LL, dengan merek Yorindo,” ungkap Kasatreskoba Polres Malang, AKP Pratolo Saktiawan.
Menurutnya, penangkapan ketiga tersangka itu, bermula dari adanya informasi yang diterima Satuan Reskoba Polres Malang. Petugas mendapat informasi kalau di sekitar Pasar Lawang, ada pedagang buah yang mengedarkan obat-obatan terlarang.
Kemudian berdasarkan informasi itu, petugas langsung melakukan penyelidikan selama beberapa hari. Hasilnya petugas mendapat petunjuk kalau pengedar obat terlarang itu adalah Jumadiono, penjual durian. Selanjutnya tanpa kesulitan, petugas langsung menangkapnya.
Dalam keterangannya, tersangka Jumadiono ini, mengaku mendapat obat terlarang dari Saiko, seorang teman kenalannya. 100 butir pil koplo merek Yorindo, dibeli dengan harga Rp 135 ribu. “Saya beli pil itu hanya sekali saja sekitar sepekan lalu. Dan saat saya coba satu butir, rasanya pikiran terasa tenang,” ujar Jumadiono.
Untuk mendapatkan untung dari pil koplo yang dibeli itu, Jumadiono lalu meminta bantuan Eva dan istrinya Maria yang berjualan alpukat untuk dikemas menjadi beberapa poket kecil. Sepoket plastic kecil diisi lima butir pil, dan siap untuk diedarkan.
Namun belum sempat mengedarkan pil koplo tersebut, Eva dan istrinya lebih dulu ditangkap oleh petugas dari pengembangan tersangka Jumadiono. Selanjutnya bersama dengan barang bukti 100 butir pil koplo, mereka bertiga digelandang ke Mapolres Malang.
Mereka ini dijerat dengan pasal berbeda. Untuk Jumadiono, dijerat dengan pasal 169 tentang mengedarkan obat terlarang tanpa izin edar. Sedangkan pasutri Eva dan Maria, dijerat dengan pasal 197 Undang-undang RI nomor 36 / 2009 tentang melakukan pekerjaan ke farmasian, meracik atau menjual tanpa memiliki keahlian dan kewengan. “Ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara,” tutur Pratolo.
Sementara itu, dapam pemeriksaan pasutri ini mengaku hanya membantu mengemas saja. “Kami tidak mengedarkan. Hanya sekedar membantu Jumadiono mengemaskannya saja,” kata Maria Alfatul.(agp/aim)