Cabuli Pacar, Ditangkap Tangan Ayah Korban

Tersangka Totok Wahyudi dihadapan penyidik yang memeriksanya kemarin.

KEPANJEN- Seks bebas dikalanga kawula muda belakangan ini semakin memprihatinkan. Seperti yang dilakukan Totok Wahyudi, warga Desa Gedok Kulon, Kecamatan Turen ditangkap anggota Satreskrim Polres Malang. Pria berusia 26 tahun itu, dijebloskan ke balik jeruji lantaran kedapatan mencabuli pacarnya, Bunga (bukan nama sebenarnya, red).
Akibatnya, Bunga yang saat ini berusia 16 tahun diketahui tengah berbadan dua. Dia hamil tiga bulan. “Tersangka saat ini sudah kami tahan untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya itu. Dihadapan penyidik, tersangka juga mengakui perbuatannya,“ kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah kepada wartawan kemarin.
Diperoleh informasi, Totok Wahyudi berpacaran dengan Kembang yang merupakan warga Desa Gedok Kulon sejak Agustus tahun 2012 lalu. Namun, hubungan keduanya ternyata tak direstui oleh orangtua Bunga. Keduanya menjalin hubungan secara diam-diam ataupun backstreet.
Memasuki bulan Desember tahun 2012, Totok Wahyudi diketahui untuk pertama kali mencabuli kekasih hatinya itu. “Selanjutnya, pada tanggal hari Jumat (1/4) kemarin tersangka diketahui kembali mencabuli Bunga,“ ungkap Decky. Dia menjelaskan, tersangka melakukan perbuatannya itu di rumah korban secara diam-diam.
Decky menjelaskan, saat itu dengan memasuki jendela kamar Bunga, tersangka melakukan perbuatan bejatnya itu. “Perbuatan itu diketahui oleh ayah korban yang mendapati ada seseorang pria di dalam kamar anak kesayangannya. Kemudian ayah korban menangkap dan membawa tersangka ke Polsek Turen,“ bebernya.
Karena korbannya adalah anak usia di bawah umur, akhirnya tersangka beserta kasusnya dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Mapolres Malang. “Dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka mengakui melakukan perbuatan itu sebanyak tujuh kali,“ terang mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini.
Akibat perbuatan yang dilakukannya itu, dipersidangan nanti putusan maksimal 15 tahun penjara sudah mengancam tersangka. “ Tersangka kami jerat dengan Pasal 81, 82 UU RI No 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak,“ pungkas Decky. (big/aim)