Bukan Dikeroyok, Dihajar Pemabuk

KOTA BATU - Kasus penganiayaan terhadap Maryadi Ketua GNPK Jawa Timur, mulai terungkap dengan tertangkapnya seorang pelaku. Tersangkanya, Yuli Prianto warga Dusun Wukir, Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo, yang sudah diamankan di Mapolsek Batu. Sesuai pemeriksaan sementara, kasus tersebut bukan pengeroyokan, melainkan dilakukan pelaku tunggal.
Kapolsek Batu AKP Slamet Riyadi mengatakan, motif Yuli menganiaya Mariyadi warga Desa Pesanggrahan Batu berpostur tinggi besar itu, karena emosi. Tersangka mengaku, malam itu dalam kondisi mabuk, lalu bersenggolan dengan korban di Karaoke Zam-zam. Seingat pelaku, penganiayaan itu dilakukan sendirian.
“Perbuatan tersangka kami jarring dengan pasal 170 subsider pasal 351 KUHP. Bila dalam pemeriksaan pasal 170 tidak terbukti, maka bisa kena pasal 351,” ungkap Slamet Riyadi mendampingi Kapolres Batu AKBP Sumartono, kemarin.
Mengenai tudingan Mariyadi, bahwa dirinya dikeroyok, kata Kapolsek belum terbukti. Sebab, kawan Mariyadi yakni Suprapto justru memberi kesaksian lain, yang menyebut Mariyadi hanya dipukuli Yuli. “Demikian pula dengan keterangan Syaiful dan Agus kawan Yuli, juga memberi keterangan sama,’’papar Kapolsek.
Sebaliknya versi Mariyadi, dia juga tidak tahu yang memukuli dirinya. Polisi sendiri telah memeriksa kawan-kawan Yuli. Aksi tersebut murni dilakukan karena mabuk, kemudian bersenggolan dengan korban. “Ya karena bersenggolan, Yuli habis muntah di tempat parkir. Ketika mau kembali ke room, bersenggolan dengan Mariyadi,” jelasnya.
Seperti diberitakan Malang Post Senin (15/4) lalu, Mariyadi, Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPk) Jawa Timur mengaku dihajar enam orang tak dikenal. Peristiwa  terjadi pada Jumat (12/4) malam di halaman Zam-zam Family Karaoke & Movie Jalan Abdul Gani Atas. Mantan tim sukses Cawali Batu Pasangan Wak Gus itu, baru melapor ke polisi, Minggu (14/4).(ary/lyo)