Tiga Pemuda Curi Motor

LOWOKWARU- Anggota Satreskrim Polres Malang Kota membekuk tiga pemuda yang terlibat dalam pencurian motor. Ketiga tersangka yakni Ahmad Fauzi, 20 tahun dan Eko Yulianto, 20 tahun, keduanya warga Jalan Permadi Malang serta Mohammad Suhud, 21 tahun, warga Jalan Gatot Subroto Malang. Menurut polisi, mereka berkomplot mencuri Yamaha Vixion milik Rangga, 20 tahun, pemilik salah satu konter HP di Jalan Tata Surya Malang, Juni 2012 lalu. Sayangnya, dari tangan ketiga tersangka ini, polisi masih mengamankan barang bukti STNK motor milik korban. Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan menjelaskan bila ketiga pemuda yang sekarang dijebloskan ke dalam tahanan itu merupakan teman akrab Rangga.
“Malam sebelum motornya dicuri, ketiga tersangka dan korban pesta minuman keras. Saat korban sudah mabuk, tersangka AF membawa kabur motor yang sebelumnya sempat dipinjamnya. Pencurian itu cukup mudah bagi AF karena setelah meminjam, dia menaruh kunci motor di etalase konter sedangkan STNK disimpan di bawah jok motor,” paparnya. Motor itu lantas dibawa dan disembunyikan AF ke salah satu temannya yang hingga kini masih menjadi buruan petugas. “Tersangka MS juga ikut pergi bersama AF dengan menaiki motor lain. Setelah menyembunyikan motor tersebut, barulah MS dan AF kembali lagi ke konter. Di sana, dia dan kedua tersangka lain bersepakat mengatakan tidak tahu apabila korban menanyakan motornya,” lanjut Dwiko, panggilannya.
Keesokan harinya, Rangga yang sudah sadar dari mabuknya menanyakan motornya tersebut ke ketiga tersangka. Namun, sesuai dengan kesepakatan, ketiga pemuda ini mengaku tidak tahu. Rangga pun melaporkan kehilangan motor ini ke Mapolsekta Lowokwaru. Polisi yang mendapat laporan ini lantas melakukan penyelidikan bersama anggota Satreskrim Polres Malang Kota. Hasil penyelidikan dan olah TKP, polisi mendapat petunjuk dan menduga kuat pelaku pencurian itu adalah tiga tersangka ini.  “Mereka baru berhasil dibekuk kemarin karena kabur keluar kota Malang. Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, motor itu laku dijual seharga Rp 5,5 juta. Tersangka MS diberi uang Rp 350.000 sedangkan EY mendapat Rp 250.000. Sementara sisanya dibawa oleh tersangka AF,” tambah pria yang pernah menjabat Kapolsek Wajak ini. (mar)