Salah Sasaran, Nonton Dangdut Tewas Dipancor

WAJAK – Acara musik dangdutan untuk memeriahkan HUT ke-40 PAC PDI P Kecamatan Wajak di Desa Sukoanyar, Sabtu malam lalu ternoda dengan aksi perkelahian antar penonton. Bahkan, seorang penonton harus meregang nyawa akibat dibacok dalam kejadian itu.
Korbannya adalah Suparto, warga Dusun Pager Gunung, Desa Dadapan, Wajak. Pemuda 29 tahun ini, tewas saat dalam perjalanan ke RS Bokor Turen akibat luka bacok cukup serius di dada kirinya. Diduga dia ini menjadi korban salah sasaran.
Sedangkan pelaku pembacokan sendiri, Ainur Rosyid, 22 tahun, warga Jalan Salak, Desa Klagen, Tajinan. Usai membacok langsung ditangkap warga. Sebelum diserahkan ke petugas Polsek Wajak dan dilimpahkan ke Polres Malang, dia sempat menjadi bulan-bulanan warga.
“Setelah kami amankan tersangka langsung kami bawa ke Polsek Wajak. Tetapi karena khawatir ada aksi balas dendam dari keluarga korban, tersangka lalu kami serahkan ke Polres Malang,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Wajak, Aiptu Edi Sanyoto.
Peristiwa berdarah yang menggemparkan warga tersebut, terjadi sekitar pukul 22.00. Sebelum acara musik dimulai, kegiatan HUT PAC PDI P Kecamatan Wajak yang dihadiri seluruh anggota PAC, DPC dan Dewan Pertimbangan PDIP ini, diawali dengan tumpeng dan tasyakuran. Kemudian setelah selesai baru dilanjutkan dengan hiburan musik dangdut.
Lagu pertama dan kedua masih berlangsung aman. Namun ketika memasuki lagu ketiga inilah, keributan mulai terjadi. Itu bermula saat Ainur Rosyid, yang melihat acara musik dangdut bersama temannya, tiba-tiba di keroyok oleh beberapa pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk.
“Apa alasan saya dikeroyok tidak tahu. Namun sebelum mengeroyok saya, mereka ini sempat berkelahi sendiri di depan saya. Setelah itu, mereka langsung mengeroyok. Kepala saya dipukul dengan botol hingga terjatuh,” ujar Ainur Rosyid.
Mungkin karena sampai jatuh itulah, emosi Rosyid langsung terpancing. Dia bangun lalu menantang penonton sembari mengeluarkan pancor di balik bajunya. Senjata mematikan tersebut, lantas diayun-ayukan ke arah penonton yang mengejarnya.
Apesnya dua kali sabetan itu, salah satunya justru mengenai dada sebelah kiri korban yang saat itu berdiri di atas motor. Korban langsung ambruk dan tak sadarkan diri. Sementara Rosyid yang berusaha kabur langsung ditangkap ramai-ramai oleh warga.
“Kalau siapa yang mengeroyok waktu itu saya tidak kenal semuanya. Namun korban itu kena bacok karena ikut mengejar saya. Sebab pancor itu saya ayun-ayunkan ke orang yang mengejar saya,” tutur tersangka Ainur Rosyid.
Sementara, Agus Prasetyo, saudara sekaligus tetangga korban menduga kalau Suparto itu, korban salah sasaran. Agus juga meyakini kalau anak sulung dari dua bersaudara pasangan Raki – Painten tersebut, tidak mungkin terlibat pengeroyokan. “Kalau dari saksi mata, mengatakan korban ini berdiri di dekat motornya, tiba-tiba langsung dibacok. Kemungkinan menjadi korban salah sasaran,” katanya.(agp/aim)