Keluarga Korban Pancor Luruk Rumah Pelaku

TAJINAN – Kasus pembunuhan yang menewaskan Suparto, warga Dusun Pager Gunung, Desa Dadapan, Wajak pada perayaan HUT PDIP di Wajak kemarin, berbuntut panjang. Kemarin sore, keluarga korban didampingi puluhan warga yang tidak terima dengan pembunuhan itu, ngeluruk rumah Ainur Rosyid, pelaku pembunuhan di Jalan Salak, Desa Klagen, Tajinan.
Kedatangan puluhan warga yang mengendarai sepeda motor dan mobil pick up ini ingin bertemu dengan keluarga tersangka. Mereka menuntut pihak keluarga tersangka untuk bertanggungjawab atas kematian Suparto. Keluarga dan warga meminta pihak keluarga tersangka mau memberikan santunan, termasuk membiayai biaya selamatan hingga 1000 harinya.
Tuntutan pertanggungjawaban tersebut, karena keluarga korban adalah orang tidak mampu. Apalagi Suparto, korban pembunuhan itu adalah tulang punggung keluarganya.
Meski tidak sampai membuat keributan, namun kedatangan puluhan warga tersebut sempat mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Polsek Wajak diback beberapa petugas dari Polsek jajaran dan Polres Malang, turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.
“Kedatangan kami ke sini (Tajinan, red) hanya untuk meminta pertanggungjawaban. Karena keluarga korban ini adalah orang tidak mampu,” ungkap Slamet, salah satu kerabat korban.  
Pantauan Malang Post sendiri, pertemuan antara keluarga korban dengan keluarga tersangka ini dilakukan di rumah Ainur Rosyid. Pertemuan tersebut, ditengahi Camat Tajinan Eko Mardianto, Kapolsek Tajinan, AKP Faktur Rahman serta Camat Wajak, M Hadi Martono. Setelah mendapat pernyataan persetujuan dari keluarga tersangka, puluhan warga langsung pulang.
Seperti diberitakan sebelumnya, acara musik dangdutan untuk memeriahkan HUT ke-40 PAC PDI P Kecamatan Wajak di Desa Sukoanyar, Sabtu malam lalu ternoda dengan aksi perkelahian antar penonton. Bahkan, seorang penonton harus meregang nyawa akibat dibacok dalam kejadian itu.
Korbannya adalah Suparto, warga Dusun Pager Gunung, Desa Dadapan, Wajak. Pemuda 29 tahun ini, tewas saat dalam perjalanan ke RS Bokor Turen akibat luka bacok cukup serius di dada kirinya. Diduga dia ini menjadi korban salah sasaran.
Sedangkan pelaku pembacokan sendiri, Ainur Rosyid, 22 tahun, warga Jalan Salak, Desa Klagen, Tajinan. Ainur Rosyid sendiri, kini sudah mendekam di balik terali besi Mapolres Malang.(big/agp/aim)