Suka Traktir SS, Dibekuk

MALANG- Suryandoko, 27 tahun, warga Jalan Puter Dalam, Malang berurusan dengan polisi. Kemarin, pria yang bekerja sebagai juru parkir itu, dibekuk anggota Satreskoba Polres Malang Kota di Jalan Danau Jonge, Sawojajar, Malang. Dia diketahui baru saja melakukan transaksi SS dengan salah seorang temannya yang kini menjadi buruan petugas. Saat ditangkap, polisi juga menyita tiga poket SS seberat 1,5 gram senilai Rp 2 juta. Kepada wartawan, pria yang sudah berkeluarga ini mengaku awal mula mengenal barang haram tersebut, dari salah seorang temannya yang suka pesta minuman keras. “Sekitar sembilan bulan yang lalu, saya mulai menikmati SS. Awalnya hanya disuruh mencoba,” tutur pria yang juga bekerja menjadi sopir warnen mikrolet itu.
Setelah merasakan enaknya narkoba, mulailah penghasilan jutaan rupiah yang didapatnya dari bekerja dibelikan SS. “Setiap bulan saya memang mendapat penghasilan antara Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Sebagian uang itu, saya gunakan untuk membeli SS sejak empat bulan yang lalu,” terangnya. Dalam setiap bulan, tersangka yang bertubuh sedang ini mengaku sudah melakukan empat kali transaksi dengan temannya asal Sidoarjo di tempat yang disepakati. “Namun paling banyak di tempat saya tertangkap polisi kemarin. Di sana, barang yang saya pesan selalu ditaruh di sebuah pot,” ungkap Suryandoko. Menurut dia, SS yang dibelinya itu, memang digunakan untuk mentraktir temannya sesame pengisap SS.  “Dulu mereka kan suka mentraktir SS. Sekarang guliran saya beli agak banyak. Ternyata malah tertangkap polisi,” ujar dia.
Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan mengatakan, anggota Satreskoba sudah cukup lama mengincar tersangka sebagai pengguna SS setelah mendapat informasi dari masyarakat. “Sekitar tiga bulan, tersangka SY diamati gerak geriknya oleh polisi. Baru kemarin dia berhasil ditangkap dan dijebloskan bui. Satu poket ditemukan di saku celana depan sedangkan yang dua poket didapatkan dari saku celana belakang kanan. Polisi hingga sekarang masih memburu temannya yang sudah diketahui identitasnya,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Batu itu. Menurut Dwiko, tersangka dikenai Pasal 112 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009. (mar/nug)