Bos Toko Roti Gauli Karyawannya Hingga 10 Kali

Tersangka Samsul Arifin, saat digelandang petugas Polres Malang.

SUMBERPUCUNG – Ulah Samsul Arifin, 25 tahun terbilang bejat. Hanya karena nafsu, pemilik toko kue roti di sekitar Pasar Sumberpucung ini, tega menggauli karyawannya sendiri. Sebut saja namanya Bunga, warga Kecamatan Kalipare.
Korban yang masih berusia 17 tahun ini, digauli saat sedang bekerja di toko tersangka. Lebih naifnya, selama enam bulan sudah lebih dari sepuluh kali korban disetubuhi.
“Tersangka Samsul Arifin ini, kami tangkap di rumahnya. Itu setelah kami mendapat laporan dari orangtua korban yang tidak terima dengan kejadian yang dialami anaknya,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Diperoleh keterangan, perbuatan bejat yang dilakukan Samsul, bapak dua anak ini terjadi sejak September 2012 lalu. Bunga yang saat itu baru sebulan bekerja di toko roti milik tersangka ini, tiba-tiba didekap dari belakang. Kemudian tubuh korban diseret ke dalam kamar belakang toko.
Saat berada di kamar yang menjadi saksi bisu itulah, sembari mengancam akan membunuh tersangka lalu menyetubuhi korban. Bunga yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya pasrah. Perbuatan bejat itu sendiri, tanpa diketahui istri tersangka karena tidak ada di rumah itu. Istrinya berada di rumah di Dusun Pangganglele, Desa Arjowilangun, Kalipare.
Setelah menyetubuhi pertama itu, tersangka mengatakan kalau dirinya akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu pada korban. Bahkan supaya perbuatannya tidak terbongkar, tersangka mengaku nekat mencabuli korban karena sayang.
Mungkin karena sampai seminggu perbuatannya tidak terbongkar, Samsul yang ketagihan terus mengulangi perbuatannya hingga beberapa kali. Terakhir perbuatan bejat tersebut dilakukan pada akhir Februari 2013 lalu.
Terbongkarnya perbuatan bejat Samsul, terbongkar setelah korban keluar dari pekerjaannya. Bunga keluar karena sudah merasa tidak kuat dengan perbuatan bejat tersangka. Karena berhenti bekerja itulah, orangtuanya yang curiga mencoba menanyakan. Saat didesak, korban menceritakan apa yang dialaminya. Lantaran tidak terima itulah, akhirnya keluarga melaporkan ke Polres Malang hingga Samsul ditangkap.
“Saya menyetubuhi itu karena nafsu saat melihatnya. Namun hubungan tersebut kami lakukan atas dasar suka sama suka,” tutur tersangka Samsul Arifin.(agp/aim)