Selewengkan Raskin, Istri Perangkat Ditangkap

Beras Jatah Warga Miskin Dijual ke Desa Lain

DAMPIT – Jatah beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, diduga diselewengkan istri salah satu perangkat desa berinisial S. Raskin bantuan pemerintah itu  tidak dibagikan kepada masyarakat miskin yang seharusnya menerima, tapi malah dijual ke desa lain.
“Sudah berapa kali S ini menjual Raskin ke warga desa lain, kami tidak tahu. Tetapi kami (masyarakat) mengetahui sendiri kalau S ini menjualnya ke desa lain,” ungkap salah satu warga kepada Malang Post.
Menurut sumber tadi, dugaan penyelewengan Raskin yang dilakukan perangkat desa tersebut terungkap setelah warga memergokinya sendiri, Rabu sore lalu. Warga yang dari awal sudah curiga dengan perbuatan S ini, secara diam-diam membuntuti. Setelah lama dibuntuti ternyata benar, S menjual Raskin kepada warga Desa Banjar Patoman, Dampit.
Karena menganggap perbuatan S telah melanggar hukum, warga melaporkannya ke petugas Polres Malang. Polisi yang mendapat laporan langsung segera bertindak dengan mengamankan S beserta dengan barang bukti 32 sak beras. Satu sak beras masing-masing seberat 15 kilogram.
“Kalau melihat perbuatannya ini, mungkin tidak hanya sekali saja S ini menjual Raskin ke desa lain. Tetapi kemungkinan sudah beberapa kali, dan baru terbongkar Rabu sore lalu,” ujar sumber tadi.
Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, dikonfirmasi membenarkannya adanya pelaku dugaan penyalahgunaan raskin tersebut. Dan saat ini, S sendiri masih dalam proses penyelidikan di Unit Reskrim Polres Malang.
“Laporan dari Kasatreskrim memang ada pelaku dugaan penyalahgunaan wewenang Raskin yang diamankan. Dan sekarang ini masih dalam proses penyelidikan. Apakah dia memang menjual atau tidak, saya masih belum mengetahui,” terang Adi Deriyan Jayamarta.
Jika memang dari hasil pemeriksaan nantinya, S benar terbukti bersalah telah menyalahgunakan Raskin, maka akan dijerat sesuai dengan tindak pidana. Yaitu sesuai pasal 374 KUHP tentang penggelapan.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah, menyambung bahwa sekarang yang bersangkutan masih dalam tahap pemeriksaan. Menurut mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini, sesuai laporan dari masyarakat S memang diduga telah menjual Raskin.
“Kami masih mendalaminya. Dan S ini memang istri perangkat desa yang dipercaya dan ditunjuk kepala desa (Kades) untuk menyalurkan bantuan Raskin kepada masyarakat miskin. Tetapi untuk membuktikan, kami masih menyelidiki kasusnya,” ujar Decky.(agp)