Satu Keluarga Keracunan Jamur

RUMAH DUKA : Zarnuji, salah satu kerabat menunjukan foto Nur Fidah yang tewas.

Dua Tewas dan Empat Kritis
PONCOKUSUMO- Satu keluarga di Dusun Aran-Aran, Desa Sumberejo, Poncokusumo, mengalami keracunan setelah mengkonsumsi jamur kuping, yang didapat dari hutan. Korban terdiri dari enam orang, dua diantaranya tewas dan empat orang lainnya saat ini dalam kondisi kritis.
Kedua orang yang tewas tersebut adalah kepala keluarga Mustafik 50 tahun dan anak perempuannya Nur Fidah 17 tahun. Sementara Tasmini, 50 tahun (istri Mustafik), Jaenul Arifin, 25 tahun (anak Mustafik), M. Erfan, 20 tahun (anak Mustafik), dan Kresnawati, 20 tahun (menantu Mutsafik), lolos dari jamur maut. Mereka semuanya saat ini dirawat di Polindes Sumberejo.
Informasi yang berhasil dihimpun oleh Malang Post di tempat kejadian perkara (TKP), hari Selasa (24/4) kemarin Mustafik membawa pulang jamur kuping seberat 0,5 kg. Jamur kuping itu didapat oleh korban dari Hutan Wonsari yang berada di dekat rumahnya.
Masih di hari yang sama, malamnya Tasmini memasak jamur itu. “Selesai dimasak, mereka langsung memakan jamur itu,“ kata Zarnuji, 45 tahun, salah seorang kerabat keluarga tersebut.
Usai makan jamur itu, keenam korban tersebut tak merasakan hal yang aneh maupun mengalami sakit. Barulah pada hari Rabu (25/4), seluruh keluarga Mustafik mengalami tanda-tanda keracunan seperti mual-mual. “Seketika itu juga, mereka semuanya saya bawa ke Polindes Sumberejo untuk diperiksakan kondisinya,“ terang Zarnuji.
Setelah membaik, keenamnya itu diperbolehkan pulang oleh dokter yang memeriksanya.
Pada hari Kamis (26/4) pagi sekitar pukul 07.00, mereka mengalami mual-mual kembali dan muntah yang cukup hebat. Khawatir bertambah parah, mereka berenam kembali dibawa ke Polindes untuk mendapatkan perawatan. “Setelah kondisinya membaik, mereka semua memilih pulang ke rumah,“ terangnya kepada Malang Post.
Masih di hari yang sama, malamnya sekitar pukul 22.00 WIB mereka malah memasuki fase kritis serta mengkhawatirkan. Yakni mereka mengalami pusing, mual-mual, dan muntah-muntah jadi satu secara bersamaan. Mengetahui hal itu, seketika membuat keponakannya, Zaenuri, memanggil bidan desa dengan harapan memberikan pertolongan.
Naasnya, ketika bidan datang hari Jumat (26/4) sekitar pukul 01.00 dini hari, nyawa Mustafik dan anaknya Nur Fidah tak tertolong. “Mustafik dan Nur Fidah, dinyatakan meninggal oleh bidan desa. Sedangkan empat korban lainnya, dirujuk ke Polindes untuk mendapatkan perawatan yang intensif,“ tandas Zaenuri.
Pagi harinya, kedua jenazah bapak anak itu langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Menurut Zaenuri, keluarga tersebut biasa mengkonsumsi jamur dari Wonosari itu. “Sebelumnya, mereka memang tak ada masalah memakan jamur dari hutan itu,“ ucapnya.
Dia menerangkan, lantaran kondisi ekonomi yang tak berkecukupan membuat keluarga itu terpaksa memakan jamur tersebut. “Kondisi ekonomi mayoritas warga desa ini, kekurangan. Mau tak mau harus makan seadanya, memanfaatkan dari alam maupun hewan yang ada,“ terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Poncokusumo, AKP Timbol Wahono menghimbau khususnya kepada warga pedesaan yang terpencil agar tak sembarang memakan tumbuhan maupun hewan yang ada di hutan. “Semoga ini kejadian yang pertama dan terakhir kalinya. Kedepan kami kepolisian melalui binmas, akan lebih aktif lagi sosialisasi ke desa-desa,“ tandanya. (big/nda)