DPO Perampas Motor Wonosari Tertangkap

DIBUI :  Kedua tersangka Aris Setyo Mugi dan Muhammad Idris alias Ambon dikawal petugas Polres Malang.

KEPANJEN – Tiga bulan namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), dua pemuda warga Jalan Sidoluhur, Desa Ngadilangkung, Kepanjen akhirnya berhasil dibekuk tim Buser Polres Malang, Jumat lalu. Yakni Aris Setyo Mugi, 24 tahun dan Muhammad Idris alias Ambon, 21 tahun. Keduanya ditangkap karena kasus perampasan motor.
“Mereka kami tangkap secara terpisah di tempat persembunyiannya di Surabaya. Tersangka Aris, kami amankan di Terminal Bungurasih. Setelah itu tersangka Ambon di tempat kerjanya di kantor ekspedisi,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah kepada Malang Post, kemarin.
Aksi perampasan motor yang dilakukan keduanya ini terjadi 12 Januari lalu sekitar pukul 13.00 di Jalan Raya Dusun Selobekiti, Desa Plandi, Wonosari. Mereka merampas sepeda motor Suzuki Satria FU milik seorang gadis warga sekitar.
Ceritanya, siang itu keduanya berangkat dari rumah dengan berboncengan sepeda motor Suzuki Force One, menuju Dusun Selobekiti, Desa Plandi. “Tujuan kami saat itu mau mengamen,” ungkap kedua tersangka. Setiba di lokasi, mereka lalu menitipkan sepeda motornya ke salah satu warung rujak. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.
Sekitar satu kilometer berjalan, saat di lokasi yang sepi mereka melihat korban naik sepeda motor sendirian. Karena melihat situasi sekitar sepi, timbul niatan mereka untuk merampas sepeda motor. Keduanya langsung menghadang motor korban di tengah jalan.
Begitu korban berhenti, tersangka Ambon berpura-pura menanyakan alamat jalan. Sedangkan Aris, memukul tengkuk korban hingga terjatuh. Saat korban terjatuh ini, mereka lalu merampas sepeda motornya yang kemudian kabur. Korban yang tidak terima, langsung berteriak minta tolong.
Untuk menghilangkan jejak, sepeda motor tersebut langsung dibawa ke salah satu rumah temannya di Desa Bulupitu, Gondanglegi. Semalam disembunyikan di rumah temannya, esok paginya mereka membawa motor itu ke rumah nenek tersangka Aris, di Desa Sumbermanjing Kulon, Pagak. “Sedianya sepeda motor itu memang kami jual,” tutur mereka.
Namun belum sempat menjual motor hasil rampasan itu, aksi mereka ternyata sudah tercium. Orangtua Aris yang mendengar anaknya dicari-cari polisi karena perampasan motor, meminta Aris untuk mengambil motornya. “Setelah saya ambil dan ditaruh di rumah, saya langsung kabur ke Surabaya,” ujar bapak satu anak ini.
Meski kabur, namun polisi yang sudah mengantongi namanya terus memburu. Sekitar tiga bulan diburu, mereka akhirnya berhasil diamankan. “Kami baru sekali itu saja merampas motor. Sebelumnya sama sekali tidak pernah. Kalau tahu akhirnya seperti ini, kami kapok,” katanya.(agp/aim)