Kasus Graha Dewata Harusnya Perdata

MALANG- Waluyo S Putro SH dan Hendri Purnomo SH, dua pengacara Dewa Putu Raka Wibawa, mulai memprotes penahanan bos perumahan Graha Dewata. Menurut mereka, kliennya harusnya bukan dituntut secara pidana, melainkan masuk ke dalam ranah perdata. Tuduhan Pasal 378 jo 385 KUHP tentang penipuan serta penyalahgunaan hak atas tanah yang dialamatkan pada warga Perumahan Puncak Dieng ini, dianggap salah sasaran. “Harusnya pak Putu bukan dituntut pidana karena apapun yang dia lakukan, bukan untuk kepentingan diri sendiri. Melainkan untuk mengembangkan perumahan Graha Dewata,” papar Waluyo, salah satu pengacara pemilik PT. Dewata Abdi Nusa itu.
Namun diakuinya, setelah melakukan peminjaman kepada pihak ketiga dengan jaminan sertifikat para user perumahan, pengembang perumahan itu mengalami kesulitan likuiditas untuk membayar utangnya ke Bank BRI Kawi. “Apalagi penghuninya masih belum banyak,” lanjutnya. Bukti lain bahwa kliennya juga tidak bisa dituntut secara pidana, adalah jaminan sertifikat itu tidak selalu berbentuk uang. Terkadang berbentuk kayu ataupun bahan bangunan lain. “Semuanya untuk pengembangan Graha Dewata,” tegas dia. Tetapi pengacara ini meyakini bila polisi sudah mengantongi barang bukti yang menjerat kliennya menjadi tersangka dan dikurung di sel Polres Malang Kota.
“Saya yakin polisi sudah mengantongi minimal dua alat bukti. Kalau tidak, bisa kami praperadilankan,” pungkasnya. Sementara itu, sumber Malang Post di Polres Malang Kota, menyatakan polisi sudah mendapatkan bukti kuitansi pembayaran atau pelunasan surat perjanjian jual beli (SPJB) dan surat-surat lain. “Berdasarkan bukti-bukti itu, sudah cukup untuk menjerat Putu sebagai tersangka sesuai Pasal 378 KUHP. Polisi sendiri tidak menangani masalah perdataan. Itu masalah lain. Yang diproses penyidik adalah pidananya saja. Sampai sekarang pun, masih belum mengarah kepada adanya tersangka lain,” ungkap sumber terpercaya ini.
Seperti diketahui,  Dewa Putu Raka Wibawa ditahan di Mapolres Malang Kota, sejak Kamis (25/4) malam, setelah beberapa jam sebelumnya diperiksa di Unit 4 Pidsus Satreskrim Polres Malang Kota. Penahanan ini dilakukan atas laporan dua warga Perumahan Graha Dewata, yakni Christa Wulan dengan laporan nomor B/573/SP2HP-1/VIII/2012/Reskrim tanggal 29 Agustus 2012 dan Royke, laporan nomor B/866/SP2HP-1/XI/2012/Reskrim tanggal 22 Nopember 2012. (mar)