Polisi dan Tentara Kawal Eksekusi Aset di Tlogomas

LOWOKWARU-Belasan polisi dan tentara mengawal eksekusi aset seluas 270 m2 di Jalan raya Tlogomas No 3 RT 1 RW 5 Kecamatan Lowokwaru, kemarin. Aset itu, semula milik Musahid (Tergugat I), Bertus Harjianto dan Thomas Harjianto. Namun setelah dibeli agen properti Chalie Luize sejak 2005, aset itu tak dikosongkan.
Eksekusi itu guna melaksanakan putusan Pengadilan Negeri (PN) Malang no. 76 pdt.G 2008 terhadap Musahid Cs. Mereka sempat menggugat balik hingga kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun MA menolak gugatan Musahid melalui amar nomor 454 K/PDT/2010 Tahun 2011.
Setelah sembilan tahun diproses meja hijau, akhirnya Chalie Luize warga Griya Shanta bisa menikmati asetnya. Chalie membeli areal tersebut tahun 2005 silam, seharga Rp 250 juta.
Pihak PN Malang sendiri, untuk melancarkan eksekusinya membawa belasan Polisi dari Polres Malang Kota, Polsek Lowokwaru dan tentara dari Koramil setempat, kemarin.
Dalam eksekusi tersebut, dua warga terpaksa harus rela angkat kaki dari lokasi. Yakni janda Rini Suwandi yang mengaku membeli dari Musahid. Serta pedagang sate Muhamad Urip, yang menyewa rumah untuk kios sate..”Saya bayar Rp 45 juta, untuk kontrak 10 tahun, ya memang murah, saya tidak tahu kalau ternyata bermasalah,” akunya kemarin.
Penjual sate ini, mengerahkan kawan-kawannya sesama warga dari pulau Garam. Mereka terpaksa membersihkan barang serta gerobak sate dari rumah itu. Tak ada perlawanan, sebab, posisi mereka kalah dengan bukti dari pengadilan.”Kalau dibilang rugi ya rugi, sebab, saya sudah memperbaiki rumah ini untuk jualan sate,” ungkap pria kelahiran 1967 tersebut.
Urip, sapaan pria itu, berencana mengambil kembali sebagian uangnya kepada Musahid. Namun, dia tidak memiliki bukti tertulis soal perjanjian kontrak rumah itu.”Ya terpaksa, barang-barang saya kirim ke rumah saya di Joyo Raharjo gang 1,” akunya.
Sementara itu, Juru Sita PN Malang mengatakan bahwa eksekusi dilakukan atas putusan PN. Sejak dibeli oleh Chalie, ternyata pihak Musahid tidak mengosongkan aset tersebut. gugatan perdata dimenangkan Chalie, dilawan dengan gugatan balik hingga kasasi ke MA.”Kasasi di MA justru menguatkan putusan PN Malang, dalam eksekusi ini tak ada perlawanan,” aku Martono diikuti anggukan Wahyudi Hendrawan kuasa hukum Chalie Luize.(ary/nug)