Sulastri : Raskin Dijual atas Perintah Kades

TUDING KADES : Tersangka Sulastri dengan barang bukti truk dan beberapa sak beras saat digelar Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.

KEPANJEN –Sulastri, tersangka penyelewengan beras miskin (Raskin) di Dusun Tugusari, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit mulai berani “bernyanyi”. Wanita 44 tahun, yang kini ditahan di Mapolres Malang mengaku kalau penyelewengan Raskin yang dilakukannya atas perintah dari Kepala Desa (Kades) Bumirejo, Suhariono.
Pengakuan itu dikatakan saat kasus penyelewengan Raskin yang dilakukannya digelar Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi, kemarin siang.
“Kalau tidak ada perintah dari kepala desa, saya jelas tidak berani mas. Itu semuanya atas perintah Kades dan saya yang justru harus bertanggungjawab,” ujar Sulastri.
Diakui oleh ibu dua anak ini, dirinya memang mengurangi jatah Raskin yang sesuai prosedur harus dibagikan kepada masyarakat miskin. Pengurangan itu dilakukan sejak sekitar tujuh tahun lalu. Alasan pengurangan sendiri, karena dia mendapat perintah langsung dari Kades.
Jatah Raskin yang setiap masing-masing RT di Dusun Tugusari, mendapat jatah sekitar 9 – 11 sak namun dikurangi antara 4 – 5 sak. Beberapa sak hasil pengurangan tersebut, dibagikan kepada kader-kader Posyandu.
“Ada 50 kader Posyandu di Desa Bumirejo. Sedangkan di Dusun Tugusari sendiri ada 15 kader. Dimana setiap kader itu oleh Kades diperintah untuk diberi jatah satu sak. Sedangkan sisanya sekitar 8 sak diminta membagikan ke Panti Jompo. Itupun semuanya sudah melalui musyawarah,” terang Sulastri.
Istri Sunariyono, mantan Kaur Umum ini, mengatakan bahwa di balik kasus ini, sebenarnya berkaitan dengan politik. Sulastri mengaku telah dijebak oleh Suhariono. Itu karena pada pemilihan kepala desa lalu, Suhariono yang kembali maju ternyata kalah. “Saya minta Kepala Desa Suhariono itu, ikut bertanggungjawab dengan kasus ini. Karena dialah yang memerintahkan,” tegas Sulastri.
Seperti diketahui, jatah beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, diduga diselewengkan istri salah satu perangkat desa, yakni Sulastri. Raskin bantuan pemerintah itu  tidak dibagikan kepada masyarakat miskin yang seharusnya menerima, tapi malah dijual ke desa lain.
dugaan penyelewengan Raskin yang dilakukan perangkat desa tersebut terungkap setelah warga memergokinya sendiri, Rabu (24/4) sore lalu. Warga yang dari awal sudah curiga dengan perbuatan Sulastri ini, secara diam-diam membuntuti. Setelah lama dibuntuti ternyata benar, Sulastri menjual Raskin kepada warga Dusun Kepatihan, Desa Patoman, Dampit.(agp/aim)