Harto Wijoyo ‘Hanya’ Wajib Lapor

MALANG - Setelah diperiksa hampir 24 jam, Harto Wijoyo, 50 tahun, pengusaha transportasi di Probolinggo, akhirnya ‘hanya’ dikenai wajib lapor.
Penimbun solar bersubsidi yang dimasukkan ke dalam 14 drum dan 6 jeriken berkapasitas 30 liter ini, tidak dimasukkan sel. Polisi menjelaskan, Pasal 55 jo 53 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi yang dijeratkan kepadanya, tidak bisa membuat Harto mutlak ditahan.
‘’Ancaman hukumannya dibawah lima tahun, sehingga penahanan tidak mutlak dilakukan. Selama penyidikan, dia juga cukup kooperatif dan tidak mempersulit penyidikan. Namun bukan berarti kalau tidak ditahan lantas proses hukumnya berhenti. Tetap jalan. Kasusnya saja masih dalam tahap penyelidikan kita,’’ tutur Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK kemarin.
Perwira yang pernah menjabat Kanit Idik II/Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya itu menerangkan, dalam penyelidikan pula, Harto belum terbukti melakukan praktek jual beli solar bersubsidi yang ditimbunnya.
‘’Dia masih sebatas menimbun. Belum ada perbuatan yang mengarah kepada praktek penimbunan solar untuk diperjualbelikan. Kalau namanya salah, ya dia tetap salah. Melakukan penimbunan tanpa ada surat izin dari Pertamina itu kan salah,’’ ujarnya kalem.
Arief yang juga pernah menjabat Kasatreskrim Polres Tuban itu juga mengakui, masih belum ada tersangka baru yang akan dijerat dalam kasus penimbunan solar tersebut. Meskipun pihaknya sudah memintai keterangan dari Wahyudi, mertua Harto Wijoyo dan Ani alias Sio, istrinya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (29/4) sekitar pukul 21.00, anggota Tim Crime Cruiser (TCC) Satreskrim Polres Malang Kota, menggerebek rumah milik Wahyudi di Jalan Mayjen Sungkono Gang VI RT01 RW04 Kedungkandang, Malang.
Dari tempat tersebut, polisi menemukan barang bukti 14 drum dan 6 jirigen kapasitas 30 liter yang semuanya berisi solar bersubsidi. Penelusuran petugas, barang bukti itu diketahui milik Harto Wijoyo, pria keturunan di Probolinggo.
Modus penimbunan yang dilakukan yaitu Harto memperkerjakan dua orang yang dibekali motor dan dua jirigen membeli solar ke beberapa SPBU. Salah satu SPBU yang kerap didatangi adalah SPBU Jalan Mayjen Sungkono Malang. (mar)