Giliran Juragan Selep Padi Dirampok

TKP : Sriati menunjukkan pintu lantai dua rumahnya yang dirusak pelaku.

KEPANJEN - Aksi perampokan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Malang. Kamis dini hari lalu, rumah Miskan, 50 tahun, juragan selep padi di Dusun Sanggrahan, RT09 RW03, Desa Mangunrejo, Kepanjen ini yang menjadi sasarannya. Selain menyekap korban dan keluarganya, pelaku juga menguras barang-barang berharga senilai Rp 232 juta.
Diantaranya, perhiasan emas seberat 30 gram, uang tunai senilai Rp 12 juta, mobil Avanza, sepeda motor Honda Vario, beberapa unit HP serta barang-barang berharga lainnya. "Untuk perhiasan dan uang diambil di dalam laci lemari kamar," ungkap Sriati, 45 tahun, istri Miskan.
Sementara untuk kasus perampokan sendiri, saat itu langsung ditangani petugas Polsek Kepanjen dan Polres Malang. Polisi kini masih menyelidiki pelakunya dengan meminta keterangan beberapa saksi. Beberapa barang bukti yang menjadi petunjuk untuk mengungkap pelakunya diamankan.
Diperoleh keterangan, aksi perampokan tersebut terjadi pukul 02.00. Saat kejadian di rumah ada empat orang. Selain Miskan dan istrinya Sriati, ada Wahyuni Lestari, 23 tahun, anaknya dan Nurul Hidayah, 12 tahun keponakan korban.
Pelaku yang diperkirakan berjumlah 10 orang ini, masuk dengan cara melompat pagar dinding belakang. Selanjutnya dengan menggunakan alat tangga mereka naik ke lantai dua. Kemudian mereka menuju ke dalam kamar anak korban. Wahyuni dan Nurul, disekap di dalam kamar dengan mata dan mulut dilakban. Kedua tangan serta kaki mereka diikat dengan tali tampar.
Setelah itu, pelaku menuju ke lantai satu untuk melumpuhkan Miskan dan istrinya. Keduanya juga disekap dengan cara dilakban dan diikat menggunakan tali tampar serta rafia. "Mereka (pelaku, red) tidak ada yang memakai cadar. Hanya satu orang saja yang memakai penutup mulut. Dan tangga yang dijadikan alat naik itu, diambil dari rumah warga yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah saya ini," terang Sriati.
Begitu seluruh penghuni rumah berhasil dilumpuhkan, pelaku yang diketahui memakai logat bahasa jawa dan Bahasa Indonesia ini lalu menguras barang-barang berharga. Sekitar satu jam beraksi, mereka kemudian kabur lewat pintu depan.
Tak lama setelah pelaku kabur, korban kemudian berusaha melepaskan ikatan. Baru setelah itu, mereka melaporkan ke polisi. "Salah satu pelaku sempat ada yang meminta makanan. Bahkan mereka mengatakan kalau mereka (merampok) itu adalah pekerjaannya," kata ibu satu anak ini.
Sriati menambahkan, sebelum kejadian perampokan itu, suaminya sempat bermimpi rumahnya kebakaran. Tidak tahunya mimpi itu adalah firasat kalau akan terjadi perampokan. "Salah satu HP saya yang diambil, sempat dibuang di sekitar Bululawang. Seorang warga yang menemukan sempat telpon kami kalau HP milik suami saya ditemukan," jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto, dikonfirmasi mengatakan kalau kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. "Kami masih menyelidiki siapa pelakunya dengan meminta keterangan beberapa saksi," tegas Suyoto.(agp/nug)