Delapan Orang Rampok SMAN 1 Tumpang

TKP : SMAN 1 Tumpang yang disatroni perampok dini hari kemarin.
 
Uang Rp 106 Juta Raib
TUMPANG-  Kawanan perampok kembali mengguncang wilayah Kabupaten Malang. Dini hari kemarin, SMA Negeri (SMAN) 1 Tumpang yang terletak di Jalan Kamboja, Desa Malangsuko, Tumpang, menjadi sasarannya. Dari sekolahan itu, para pelaku berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp 106 juta yang berada di dalam brankas. Kasus perampokan ini sendiri, langsung ditangani petugas Polres Malang dibantu dengan petugas Polsek Tumpang. Polisi sendiri masih menyelidiki para pelaku yang diketahui berjumlah delapan orang dengan memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Benar telah terjadi perampokan di SMAN 1 Tumpang, itu dikuatkan dengan laporan yang sudah masuk di Polres Malang. Saat ini anggota penyidik Satreskrim Polres Malang masih menyelidiki siapa pelakunya,“ ungkap Kasubbag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas’udi kemarin.
Informasi yang dihimpun Malang Post di lapangan, aksi itu terjadi sekitar pukul 02.00. Saat kejadian, SMAN 1 Tumpang hanya dijaga oleh dua orang yakni Djiono, 50 tahun dan Suwandi 51 tahun, keduanya warga Desa Malangsuko, Tumpang. Saat kejadian, keduanya tengah berjaga di dalam pos satpam. Saat itu, tiba-tiba keduanya dihampiri oleh delapan perampok. “Mereka berjumlah delapan orang, memakai cadar semua dan mengancam kami menggunakan pisau,” kata Djiono kepada wartawan kemarin. Kedua penjaga ini tak bisa berbuat apa-apa. Kawanan perampok itu kemudian menutup wajah kedua penjaga itu menggunakan cadar. Kemudian kedua kaki dan tangan kedua penjaga yang diketahui separuh baya itu juga diikat menggunakan tali rafia oleh kawanan perampok  
Kedua penjaga tersebut lalu disekap di dalam salah satu kelas. Setelah berhasil melumpuhkan kedua penjaga sekolah, para perampok membobol pintu ruangan tata usaha (TU). Di dalam ruangan TU itu, terdapat brankas yang berisi uang senilai Rp 106 juta.  Para pelaku kemudian membongkar paksa brankas tersebut dengan menggunakan besi dan linggis. Setelah puas menggasak uang tunai yang ada di dalam brankas, mereka melarikan diri. Sedangkan kedua penjaga yang disekap itu, berhasil dilepaskan oleh salah seorang siswa sekitar pukul 05.30.
“Setelah kami dilepaskan, langsung diantarkan Bapak Kepala Sekolah Muhammad Fateh ke Polsek Tumpang, untuk melaporkan kejadian tersebut,“ ujar Djino. (big/mar)