Lagi, Hardi Kalah di PN

MALANG- Masih ingat kasus Dr Hardi Soetanto yang berseteru dengan mantan istrinya, DR FM Valentina SH, M.Hum? Satu  demi satu, gugatan perdata yang dilayangkan Hardi harus berujung kekecewaan. Setelah kalah dalam gugatan perdata tentang kepemilikan saham di PT. Hardlent Medika Husada (HMH) beberapa bulan lalu, giliran gugatannya untuk mengajukan pembatalan akta perjanjian nikah No 200 di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang kembali tidak dipenuhi majelis hakim yang diketuai Hari Widodo SH. Ketua PN Kota Malang itu menolak gugatan perdata yang dimasukkan Hardi dengan nomor perkara No 109/Pdt.G/2012/PN.Mlg.
Dalam gugatan itu, pria asal Surabaya juga meminta ganti rugi kepada Valentina sebagai tergugat untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 24 miliar.  
Hakim Hari memberikan tiga putusan dalam siang itu. Yang pertama menyatakan menerima eksepsi dari tergugat  yang dibuat Sutrisno, SH, pengacara Valentina, kedua gugatan penggugat tidak dapat diterima dan ketiga menghukum Hardi untuk membayar biaya perkara. “Alasan gugatan mengenai pembatalan akta perjanjian nikah No 200 yang dibuat dihadapan notaris Eko Handoko Wijaya SH tanggal 8 Juli 1994. Padahal, perjanjian nikah itu juga sudah dicatatkan di Catatan Sipil Tuban, tempat keduanya menikah dulu,” kata Sutrisno kepada Malang Post kemarin. Dia menyetujui putusan hakim yang menyatakan, gugatan Hardi tidak mendalilkan kerugian yang dialami olehnya karena akta perjanjian nikah itu. “Sebelum menikah dengan Hardi, mereka sudah membuat surat perjanjian nikah di notaris Eko Handoko, Itu sudah sesuai aturan,” tegasnya. (mar)