Polisi (Masih) Kesulitan Ungkap Pelaku Perampokan

MALANG- Satreskrim Polres Malang tengah gencar memburu kawanan pelaku perampokan yang beraksi di Rumah Miskan, Kepanjen dan SMAN 1 Tumpang pada hari Jumat (3/5) kemarin. Untuk segera dapat menangkap para pelakunya, langkah nyata yang dilakukan penyidik kepolisian dengan membentuk tim khusus.
“Kami masih terus bekerja, kami terus selidiki untuk bisa menangkap para pelaku tersebut. Kami butuh waktu untuk menyelidikinya,” ujar Kapolres Malang, AKPB Adi Deriyan Jayamarta saat dihubungi Malang Post.
Dia mengungkapkan telah jauh hari menyiapkan tim khusus untuk mengusut kasus perampokan yang terjadi. Tim khusus itu kata mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
“Tim khusus sudah terbentuk. Mereka saat ini sudah bekerja dan tak kenal waktu. Bahkan dihari libur juga mereka tetap bekerja,” katanya.
Dia menjelaskan, Kasatreskrim langsung yang membagi berapa tim termasuk memilih anggota penyidik terbaiknya untuk menyelsaikan kasus tersebut. Lantaran menurutnya, Kasatreskrim tentunya paham betul kondisi di lapangan termasuk dugaan-dugaan mengarah ke siapa pelakunya.
“Untuk berapa tim yang dibagi, pastinya telah ditentukan sesuai dengan kebutuhan,” ucap pria ramah ini.
Sementara itu hasil penyelidikan yang dilakukan hingga saat ini, dia mengaku pelaku semakin mengarah kepada pemain lama dan profesional. Termasuk kata Deriyan mengarah ke pelaku yang selama ini meresahkan dan belum tertangkap.
Disinggung apakah ada keterkaitan dan masih dalam sau jaringan antara perampokan di Kepanjen dan perampokan di Tumpang, dia tak menampiknya. “Mungkin bisa saja mereka satu jaringan. Untuk lebih pastinya, biarlah tim penyidik bekerja lebih dahulu dan menunggu perkembangannya,“ pungkasnya. (big/aim)