Usai Menikah, Langsung Ditahan

AMPELGADING – Merayakan bulan madu setelah melangsungkan pernikahan pasti ditunggu setiap pasangan pengantin. Namun tidak dengan Titis Pribadi, 21 tahun ini. Sehari setelah menikah, warga Dusun Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading ini justru harus meringkuk di balik dinginnya rutan Mapolsek Ampelgading.
Dia dijebloskan ke dalam penjara terkait kasus pencurian di dalam rumah seorang guru SD. Yaitu Sumantrianto, 54 tahun, di Desa Sidorenggo, RT07 RW03, Ampelgading.
“Tersangka ini kami amankan di rumah mertuanya di Desa Punduksari, Kecamatan Tempursari – Lumajang. Itu setelah kami mendapat petunjuk dari beberapa saksi yang kami periksa,” ungkap Kapolsek Ampelgading, AKP Agus Murdiantono.
Aksi pencurian sendiri, terjadi 25 April lalu sekitar pukul 12.00. Saat kejadian rumah korban sedang dalam kondisi kosong. Korban Sumantrianto sudah berangkat bekerja, dan keluarganya sedang keluar rumah.
Ketika rumah kosong inilah, pelaku yang saat itu sedang mencari jahe lalu muncul ide untuk mencuri. Dia melompat pagar dinding rumah korban. Selanjutnya untuk jalan masuk, dia merusak pintu belakang. Baru setelah itu, menuju ke dalam kamar dan mengambil beberapa barang berharga.
Diantaranya, dua cincin emas senilai Rp 1,8 juta, satu gelang emas senilai Rp 1,5 juta, satu gigi taring ikan duyung berlapis emas senilai Rp 450 ribu serta satu kalung mutiara senilai Rp 3,5 juta. Setelah mendapatkan barang berharga itu, pelaku lalu kabur ke Lumajang.
Barang hasil curian itu kemudian dijual kepada seseorang sebesar Rp 680 ribu.
“Kalau kalung mutiara tidak saya jual, tetapi saya buang ke hutan karena saya kira palsu. Sedangkan lainnya saya jual dan uangnya habis untuk makan dan beli rokok,” tutur tersangka Titis Pribadi.
Terungkapnya kasus pencurian sendiri, bermula dari laporan korban ke petugas Polsek Ampelgading. Berdasarkan laporan itu, petugas lalu melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi. Dari keterangan saksi itulah, akhirnya mengerucut pada tersangka Titis, yang sebelumnya pernah dihukum di LP Lowokwaru karena kasus pencurian.(agp/aim)