Tiduri Keponakan Sendiri, Budiono Dibui

TIDAK BERKUTIK : Tersangka Budiono saat dibawa ke Mapolres Malang

AMPELGADING – Budiono, warga Dusun Sumberejo, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, sejak akhir pekan lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Pria 30 tahun ini, dijebloskan ke dalam tahanan karena telah menggagahi keponakannya sendiri. Sebut saja namanya, Kembang, 17 tahun, warga Desa Tamansari, Ampelgading.
“Saya menyetubuhinya sekali pada Selasa akhir April lalu. Persetubuhan itu saya lakukan di dalam rumahnya. Itu kami lakukan karena atas dasar suka sama suka,” ujar Budiono.
Menurut bapak satu anak ini, hubungannya dengan Kembang itu adalah sepasang kekasih. Budiono mengaku berpacaran dengan korban, dua hari sebelum persetubuhan itu terjadi. “Dia (korban, red) dulu yang suka sama saya,” katanya.
Dan persetubuhan sendiri, bermula setelah Budiono mengaku mendapat SMS dari korban. Dia diminta datang ke rumah korban karena sedang kosong. Orangtua Kembang sendiri waktu itu sedang pergi ke kebun.
Memanfaatkan situasi rumah yang kosong itulah, Budiono lalu memanfaatkan untuk menyetubuhi korban. Terungkapnya perbuatan bejat Budiono sendiri, bermula dari pengakuan korban kepada tunangannya bahwa dia berpacaran dengan Budiono.
Selanjutnya dari pengakuan itu, tunangan korban lalu mengadukan kepada orangtuanya. Setelah didesak dan korban mengatakan telah disetubuhi oleh Budiono, akhirnya orangtuanya yang tidak terima dengan kejadian itu lantas melaporkannya ke petugas Polres Malang hingga akhirnya dia ditangkap.
“Tersangka Budiono ini kami jerat dengan pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Masudi.(agp/aim)