Rampok Pak Haji, Embat Dua mobil Satu Motor

LAWANG – Dua unit mobil, Daihatsu Grand Max nopol N 1244 CH dan Suzuki APV nopol N 9185 GA. Plus satu motor, Yamaha Mio, harus rela dibawa kawanan perampok, dari rumah di Dusun Krajan, RT 01 RW 01, Desa Sidodadi, Lawang. Itu belum termasuk barang berharga lainnya. Total, senilai Rp 300 juta.
Si Empunya rumah, H Sugianto, hanya bisa pasrah. Bersama istrinya, Kartini, keduanya disekap perampok. Mulut dan mata mereka dilakban. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 10 perampok yang mengobrak-abrik rumah pria 55 tahun, yang sekaligus menjadi toko bangunan dan elektronik.
Ditemui di rumahnya, Yanto, panggilan akrab korban Sugianto menjelaskan, aksi perampokan itu terjadi pukul 01.30, kemarin. ‘’Saat kejadian, di rumah hanya ada saya dan istri,’’ ujarnya kepada wartawan kemarin.
Saat kejadian, ceritanya, Kartini sedang tertidur lelap di kamar. Yanto, masih terjaga dan menonton tv di ruang keluarga. Saat asyik-asyiknya nonton tv, dia mendengar suara gaduh. Suara itu muncul saat kawanan rampok mencongkel pintu.
‘’Karena mendengar suara gaduh, saya mau membangunkan istri saya,’’ ucap Yanto yang juga juragan sound system ini. Saat akan membangunkan istrinya itu, tiba-tiba kawanan perampok masuk ke dalam ruang keluarga serta mengancam Yanto.
Kawanan itu masuk ke dalam, dengan cara melompat pagar depan. Setelah itu, sebagian dari mereka mencongkel pintu teras, untuk bisa masuk ke dalam rumah.
Satu pelaku langsung melumpuhkan Yanto, dengan cara menindih tubuhnya dan mengacungkan clurit. Sedangkan empat pelaku lainnya, masuk ke dalam kamar istrinya dan melumpuhkannya. Dengan gerakan yang cepat, keduanya disekap dengan kondisi kedua kaki dan tangan terikat tali rafia. ‘’Kemudian perampok itu melakban mulut dan menutup wajah kami,’’ katanya.
Setelah berhasil melumpuhkan keduanya, kawanan itu mulai beraksi. Nyaris seluruh rumah, diobrak-abrik. Barang berharga diambil, termasuk BPKB Daihatsu Grand Max.
Puas dengan barang jarahan, perampok itu meninggalkan rumah menggunakan dua mobil dan satu motor milik Yanto. ‘’Ada juga perhiasan dan uang tunai yang dibawa,’’ tambahnya.
Tak lama kawanan kabur, salah seorang tetangga korban yang mengetahui kejadian itu, melepaskan ikatan kedua korban. Bersama-sama, mereka melaporkan kejadian itu ke Kantor Desa Sidodadi yang kemudian diterukan ke Mapolsek Lawang.
Polisi yang mendapatkan laporan itu, segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
‘’Kami masih mengumpulkan informasi terkait para pelakunya. Pelaku diperkirakan berjumlah 10 orang, memakai logat Jawa. Semuanya memakai cadar. Mereka diduga masih berusia muda dan menggunakan clurit,’’ kata Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta SIK, saat dihubungi terpisah. (big/avi)