Banyak Perampokan, Kapolres Ajak Warga Galakan Siskamling

MALANG - Maraknya aksi perampokan di wilayah Kabupaten Malang belakangan ini, tak terlepas dari kurang waspadanya warga. Sehingga pelaku kejahatan dengan mudah melancarkan aksinya. Sedikitnya sudah terjadi empat perampokan yang terjadi di wilayah hukum Polres Malang dalam dua pekan ini.
Dua diantaranya seperti aksi perampokan yang terjadi di Desa Sidodadi, Lawang kemarin dan perampokan yang terjadi di SMAN 1 Tumpang, Jumat (3/5) lalu. Sejumlah upaya sudah dilakukan oleh jajaran kepolisian, dari melaksanakan patroli rutin di sejumlah tempat, hingga menempatkan personel di beberapa titik rawan kejahatan.
Namun hasilnya tidak dipungkiri, masih kurang makismal dan tindak kejahatan perampokan masih saja terjadi.
“Kemarin malam (6/5), kami telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polsek untuk serentak melakukan patroli dan razia,” kata Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta SIK, saat dihubungi Malang Post kemarin.
Dia menjelaskan, keterbatasan anggotanya memang membuat kepolisian tak bisa mengcover seluruh area Kabupaten Malang yang luas serta mempunyai 33 kecamatan Untuk itu, mantan penyidik Komisi Pemberanatasan Korupsi (KPK) ini, membutuhkan bantuan warga untuk meminimalisir tindak kejahatan tersebut.
Salah satu caranya kata Deriyan, dengan kembali menggalakan program Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
“Sistem keamanan dengan memberdayakan masyarakat ini akan sangat membantu tugas kepolisian yang jumlahnya terbatas dalam mengantisipasi tindak kriminalitas, seperti salah satunya perampokan ini,” ucapnya.
Selain itu, dia juga berpesan kepada masyarakat juga waspada terhadap orang yang tidak dikenal maupun mencurigakan. “Bila menemukan hal seperti itu, apalagi di malam hari, masyarakat wajib peka. Yakni dengan menanyai orang yang mencurigakan itu, dari mana asalnya, serta apa keperluan datang ke wilayah itu,“ jelas pria ramah ini.
Dia pun juga sudah memerintahkan kepada seluruh Satuan Binmas untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menggalakan siskamling ini. “Sosialisasi kami tak pernah berhenti. Termasuk bekerjasama denga pihak terkait, seperti babinsa dan sebagainya,“ terangnya.
Deriyan juga berpesan agar masyarakat juga tak main hakim sendiri ketika menemui pelaku lejahatan. “Alangkah baiknya lapor kepada kami bila menemukan tindak kejahatan. Atau paling tidak laporan kepada perangkat desa, muspika, yang pastinya diteruskan kepada kami,“ tukasnya.
Terkait empat kasus perampokan yang meresahkan warga ini, dia mengaku para pelaku semakin mengarah kepada profesional dan residivis. “Sekilas memang para pelakunya adalah pemain lama dan mantan napi. Ditunggu saja perkembangan penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim,“ pungkasnya. (big/aim)