Dua Karyawan Wanita Sikat 56 Ponsel

MALANG - Dua karyawan Utama Pulsa di Jalan Dr Cipto Malang, dilaporkan pemiliknya, Agus Margono Sudjatmoko, 51 tahun ke Mapolres Malang Kota. Mereka yakni Nadia Seprilla, 20 tahun, warga Jalan Danau Semayang, Sawojajar Malang dan Firdha Sandyana, 20 tahun, warga Jalan Karangrejo, Desa Jamberarjo, Tajinan.
Kedua wanita itu, diduga membawa kabur 56 ponsel berbagai merek dari toko grosir pulsa tersebut, Minggu (5/5) pagi. Dugaan tersebut menguat, setelah Nadia dan Firdha, panggilan akrab mereka, menghilang dari tempat tersebut.  
Informasi yang dihimpun, konter pulsa yang juga menjual berbagai smartphone ini tutup pukul 22.00. Keesokan harinya, sekitar pukul 06.00, Agus yang hendak membuka tokonya, melihat etalase tempat menyimpan berbagai ponsel, sudah terbuka dan berantarakan.
Dilihatnya, puluhan ponsel senilai Rp 90 jutaan itu lenyap. Lebih kaget lagi, Nadia serta Firdha tidak ada di tempat tersebut. ‘’Korban melihat tidak ada pintu yang rusak. Sehingga kecurigaan bahwa karyawannyalah yang melakukan pencurian itu,’’ papar salah satu sumber di Mapolres Malang Kota.
Kecurigaan itu makin bertambah karena kedua gadis ini sudah raib. Saat itu juga, Agus Margono melaporkan pencurian itu ke Mapolres Malang Kota.
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK mengatakan, pihaknya masih melakukan pencarian terhadap Nadia dan Firdha. ‘’Masih kami lakukan penyelidikan dan pencarian terhadap kedua orang yang dilaporkan korban,’’ ujarnya singkat.
Pihak konter Utama Pulsa membenarkan, adanya karyawan yang diduga melakukan pencurian 56 yang dijual di konter tersebut. Menurut Kris, anak pemilik Utama Pulsa mengungkapkan, karyawan yang mencuri ponsel itu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi.
‘’Jumlah ponsel yang dilaporkan dicuri mencapai 56 unit. Namun setelah dicek lagi, jumlahnya membengkak,’’ terangnya. Dia menegaskan, kasus itu tengah ditangani oleh polisi. ‘’Menurut papa saya, lebih baik menunggu polisi. Kami belum bisa memberi keterangan,’’ tandasnya.
Sementara itu, kabar raibnya puluhan smartphone dari konter Utama Pulsa langsung menyebar ke beberapa pemilik konter di mall-mall tempat bisnis ponsel, seperti Malang Plasa ataupun Gajah Mada Plasa.
Jumlah gadget yang hilang dan jenisnya termasuk nomor imei ponsel menyebar dari BlackBerry Messenger (BBM). Tidak hanya itu, foto dua karyawan Utama Ponsel yang diduga melakukan pencurian juga ikut disebar.
‘’Kami hanya diminta membantu untuk menyebarkan ponsel-ponsel yang hilang termasuk nomor imeinya setelah didata. Ini sudah tersebar ke banyak pemilik konter sehingga kalau ada yang membawa ponsel dengan imei yang kita kirimkan, bisa ditahan dulu untuk dilacak darimana asal barang itu,’’ ungkap Susan Herawati, salah satu pemilik konter di Malang Plasa. (ary/mar)