Konter Waspada, Polisi Cari Pelaku

Pencurian 56 Ponsel
MALANG -  Pencurian 56 ponsel dari konter Utama Pulsa di Jalan Dr Cipto Malang, menjadi  perbincangan hangat di kalangan pemilik konter di beberapa mall.
Banyak konter yang memperkirakan, berbagai smartphone tersebut tidak akan dijual di Malang. Hampir semua nomor imei (kode ponsel) yang dicuri, sudah menyebar via broadcast (BC) BlackBerry Messenger (BBM) di beberapa distributor ponsel di Malang. ‘’Saya mendapatkan BC kemarin (Rabu) dan tadi pagi (kemarin, Red.),’’ ucap Badri pemilik Karna Jaya Cell.
Sama halnya dengan Andik Kristanto, pemilik Rolland Cell juga mengaku pihaknya mendapatkan BC imei serta pin ponsel yang dicuri.
Sementara supervisor Global Teleshop, Bobin Febrianto mengaku tidak mendapatkan BC tersebut. Namun begitu, pihaknya tetap harus waspada bila smartphone yang dicuri, ditawarkan ke tempatnya. ‘’Kami pasti akan segera melapor ke polisi. Tadi (kemarin, Red.) di koran foto pelakunya ada, sehingga mudah bagi kami untuk melakukan pemantauan,’’ tandasnya.
Seperti diketahui, konter Utama Pulsa Jalan Dr Cipto Malang dibobol oleh dua karyawannya sendiri. Yakni Nadia Seprilla, 20 tahun, warga Jalan Danau Semayang, Sawojajar Malang dan  Firdha Sandyana, 20 tahun, warga Jalan Karangrejo, Desa Jamberarjo, Tajinan. Menurut keterangan saksi yang diperoleh polisi, keduanya membawa kabur 56 smartphone berbagai merek. Kerugian yang diderita Agus Margono Sudjatmoko, pemiliknya, ditaksir lebih dari Rp 90 juta.
Di sisi lain, beberapa konter menduga bila ponsel-ponsel itu tidak dijual di Malang. ‘’Besar kemungkinan nggak dijual di Malang. Tapi bisa lari ke Surabaya atau konter-konter kecil di daerah pinggiran. Tapi biasanya menunggu situasinya aman,’’ terang Ika, salah satu pegawai Sega Grosir Malang Plasa. Dia mengakui, kabar pencurian itu sudah merebak di beberapa pemilik konter Malang Plasa.
‘’Yang ditakutkan, ponsel itu dijual dengan harga second. Tinggal lepas segel, barang itu sudah jadi ponsel second. Lebih kasihan yang beli, karena bisa jadi BlackBerry curian itu diblokir sehingga personal identification number (PIN) tidak bisa digunakan,’’ terangnya. Informasi yang didapat, Firdha juga pernah diidentifikasikan menjual ponsel curian ke beberapa konter di Malang Plasa. Akibat dari perbuatannya itu, beberapa konter berurusan dengan polisi.  Sementara itu, anggota Satreskrim Polres Malang Kota hingga kemarin fokus untuk mencari keberadaan Nadia dan Firdha ke beberapa tempat yang dicurigai menjadi tempat persembunyiannya. Tidak hanya itu, beberapa tempat nongkrong pasangan pencuri itu diamati beberapa petugas. ‘’Kami masih menyelidiki keberadaan pelaku,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto SH, SIK.
Sumber Malang Post mengatakan, Nadia dan Firdha masih berada di Malang untuk menyembunyikan ponsel-ponsel curiannya sekaligus mencari calon pembelinya. (vik/mar)