Bandar Narkoba Sawojajar Disergap

BARANG BUKTI : Ganja dan SS disita dari tangan bandar Bima Aditya.

MALANG- Anggota Satreskoba Polres Malang Kota berhasil mengungkap bandar kecil narkoba. Yakni Bima Aditya Pamungkas, 31 tahun, warga Jalan Danau Maninjau, Sawojajar, Malang. Dia diketahui sering menjual ganja dan SS ke beberapa orang di Malang Raya. Kini, polisi masih memburu jaringan Bima, panggilan tersangka yang diduga kuat berasal dari Surabaya. “Dalam waktu seminggu ini, anggota Satreskoba melakukan operasi penangkapan terhadap jaringan narkoba milik tersangka BB (Bima). Dari operasi itu, berhasil ditangkap tiga pembelinya dan beberapa barang bukti ganja dan SS,” ungkap Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH, kemarin. Dia mengungkapkan, polisi menggerebek rumah Bima setelah sebelumnya menangkap dua pembeli ganja, yaitu Wijaya, 29 tahun, warga Mergan dan Joni Kuswartono, 29 tahun, warga Jalan Kertoaji, Malang. “Semua penangkapan terhadap kerdua tersangka itu berkat informasi dari masyarakat,” papar Dwiko, panggilannya.
Dijelaskan dia, awal mula polisi menangkap Wijaya di depan toko Indomaret Jalan Sigura-Gura Malang. “Dari dia disita satu poket kecil ganja dan satu linting ganja yang sudah bercampur dengan rokok,” lanjutnya. Kepada penyidik, tersangka mengaku mendapatkan ganja itu dari tersangka Joni dengan harga Rp 100.000. Mendapat nama itu, petugas kemudian memburu Joni ke rumahnya. Pemuda yang bekerja swasta ini, berhasil diamankan. “Semua permintaan narkoba dikirim via SMS lewat HP kedua tersangka. Itu semua diintai oleh anggota Reskoba dalam jangka waktu tiga minggu,” terang mantan Kapolsek Wajak ini. Namun Joni enggan masuk bui hanya bersama Wijaya. Dia lantas menyebutkan nama Bima yang menjadi penyuplai ganja.
Dilanjutkan perwira yang pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Batu itu, beberapa petugas kemudian mengintai Bima, berdasarkan pengakuan dari tersangka Joni. Alhasil, selang beberapa jam kemudian, Bima yang terlihat berada di rumahnya disergap. Saat itu, dia sedang bersama seorang pembelinya, Hanif, 44 tahun, warga Jalan Lesanpuro, Malang. “Dari kamar tersangka BB, diamankan sekitar 15 gram ganja yang disembunyikan di bawah karpet ataupun casing CPU komputer dan uang Rp 850.000 dari hasil pembelian narkoba. Sementara dari tempat itu pula, anggota menyita barang bukti 0,5 gram SS serta 7 gram ganja yang baru saja dijual BB kepada tersangka HF (Hanif). Yang jelas, para tersangka yang ditangkap belum pernah berurusan dengan polisi,” urai Dwiko. Hingga kemarin, diakui dia, polisi masih memburu bandar besar yang identitasnya sudah disebut Bima. “Sistem yang digunakan Bima dan pemasoknya adalah sistem sel terputus. Ini yang masih dalam pelacakan anggota,” pungkas dia. (mar)