Hasil DNA Identik Cahyani dan Handoko

MALANG – Dua kerangka manusia yang ditemukan di area hutan Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, yang diduga adalah Handoko dan Cahyani Elis Susanti, akhirnya terbukti. Dari hasil tes DNA di Labfor Mabes Polri, diketahui bahwa kerangka itu memang identik dengan kedua pelajar SMK PGRI Singosari.
Hal tersebut disampaikan  Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta siang kemarin. “Dari informasi yang disampaikan oleh Kasatserse, memang hasil DNA identik dengan Cahyani serta Handoko. Dan kepastian ini, sudah disampaikan kepada orangtua masing-masing korban,” ujar Kapolres.
Dengan adanya hasil DNA tersebut, menurutnya jelas ada pihak ketiga di balik kematian kedua korban ini. Pihak ketiga inilah yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap kedua korban. Hanya saja, siapa pihak ketiga itu polisi masih menyelidiki.
“Sudah pasti ada orang lain di balik kasus ini. Dan sebetulnya, Kasatserse sendiri, sudah menyampaikan ada beberapa pihak yang dicurigai sebagai pelakunya. Tetapi itu masih samar dan minim sekali petunjuk, karena hanya berdasar keterangan beberapa saksi yang tidak melihat langsung. Namun keterangan saksi memungkinan bahwa orang yang kami curigai inilah pelakunya,” jelasnya.
Lantas berapa orang yang dicurigai dan warga mana ? Mantan Penyidik KPK ini, tidak mau mengatakannya. Karena kasusnya saat ini masih dalam pendalamannya. “Yang jelas ada. Kalau disebutkan asal mana, nanti malah buntu.  Begitu juga untuk motifnya kami juga belum tahu. Nanti begitu pelakunya tertangkap, pasti akan diketahui motifnya. Apakah perampokan, atau ada motif lainnya,” katanya.
Apa ada target waktu ? Lagi-lagi Adi Deriyan, mengatakan tidak memberikan target waktu kepada anggotanya. Dia meyakini bahwa anggotanya saat ini sedang bekerja untuk mengungkap pelakunya dengan mendalami kasusnya.(agp/nug)