Ditembak Karena Berontak

TEMBAK: Salah satu tersangka curanmor yang terpaksa ditembak kakinya karena berusaha berontak dan kabur.

Dua  Pelaku Pencuri Mobil
MALANG – Pistol polisi akhirnya menyalak juga. Kamis lalu, dua pelaku pencuri mobil terpaksa dihadiahi timah panas di kakinya oleh petugas Buser Polres Malang. Mereka ditembak karena berusaha berontak dan kabur ketika dikeler untuk menunjukkan barang bukti.
Keduanya adalah Wahyudi, 37 tahun, warga Dusun Arjoyoso, Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo. Dan Sunanto alias Dewo, 25 tahun, warga asal Dusun Karangsuko, Desa Taman Satrian, Tirtoyudo, yang tinggal di rumah istrinya di Sedudut, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun.
“Mereka ini, ditangkap selang sehari setelah melakukan pencurian mobil pick up milik Zuwitanto, 27 tahun, warga Dusun Krecet, Desa Bedalisodo, Wagir,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
Diperoleh keterangan, aksi pencurian mobil pick up N 8859 CG milik korban, terjadi 8 Mei lalu sekitar pukul 01.30. Sebelum beraksi mencuri, keduanya bertemu di rumah tersangka Sunanto alias Dewo, di Sedudut, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun.
Setelah bertemu, sekitar pukul 01.00 dengan berboncengan sepeda motor, mereka lalu mencari sasaran. Selanjutnya, setelah keliling akhirnya mereka berhenti di depan rumah korban. Kemudian dengan menggunakan alat kunci T, mereka mengambil mobil milik korban yang diparkir di depan teras rumah.
Begitu berhasil dicuri, mobil itu lalu disembunyikan di rumah temannya di daerah Kecamatan Wajak. “Mobil kami sembunyikan, untuk menghilangkan jejak sementara. Dan pencurian mobil itu sendiri, sebelumnya memang sudah kami rencanakan,” ujar tersangka Sunanto alias Dewo yang dibenarkan Wahyudi.
Terungkapnya kasus pencurian sendiri, bermula pada Kamis lalu Sunanto, berniat mau mengambil mobil curian yang disembunyikan di rumah temannya. Ketika dalam perjalanan ke rumah temannya itu, Yunanto terjaring petugas Polsek Tajinan yang sedang melakukan razia.
Karena saat digeledah ditemukan sebilah parah dan kunci T, petugas yang curiga langsung mengamankan dan menginterogasinya. Saat didesak, Yunanto mengaku kalau kunci T itu alat untuk mencuri mobil di wilayah Wagir bersama Wahyudi. Berdasarkan pengakuan itulah, akhirnya petugas memburu Wahyudi, dan berhasil menangkapnya di wilayah Kecamatan Tumpang. Karena saat akan dikeler mereka berusaha kabur, petugas terpaksa menembaknya.“Untuk pencurian mobil ini, baru sekali kami lakukan. Tetapi kalau mencuri sapi, sebelumnya sudah beberapa kali saya lakukan,” tutur tersangka Dewo.(agp/nug)