Tidak Kunjung Terungkap, Tim Polda Turun Tangan

MALANG POST  – Maraknya aksi perampokan di wilayah Kabupaten Malang, yang terjadi akhir-akhir ini, tidak hanya diselidiki oleh Polres Malang saja. Tetapi tim dari Polda Jatim juga turun ke lapangan untuk menyelidiki kasus ini. Kemarin satu tim dari Polda Jatim datang ke Polres Malang untuk berkoordinasi dengan petugas Reskrim Polres Malang.
“Untuk koordinasi saja masalah kasus perampokan,” ungkap salah satu anggota dari Polda Jatim, yang sebelumnya pernah bertugas di Polres Malang Kota, saat bertemu di Polres Malang kemarin.
Mulai awal 2013 terhitung lebih dari lima kali kasus perampokan yang terjadi di Kabupaten Malang. Terbaru adalah aksi perampokan yang terjadi di Desa Sidodadi, Lawang dan perampokan yang terjadi di SMAN 1 Tumpang serta di rumah juragan selep padi di Desa Mangunrejo, Kepanjen.
Dari beberapa aksi perampokan itu, diketahui kalau jumlah pelakunya lebih dari delapan orang. Modus yang dilakukan kawanan perampok inipun, juga mirip semuanya. Dan sampai saat ini, masih belum satu pun pelaku perampokan yang berhasil diamankan.
Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih bekerja untuk mengungkap kasus perampokan ini. Beberapa keterangan saksi masih dikumpulkan sebagai bahan untuk memburu pelakunya. “Teman-teman Buser sekarang masih bekerja. Mudah-mudahan saja informasi yang didapat dari saksi, bisa mengarah untuk mengungkap pelakunya,” terang Adi Deriyan.
Disinggung apakah pelaku adalah pelaku lama, Kapolres mengatakan bahwa  dari dugaan memang dicurigai adalah pelaku lama yang beraksi lagi. Pelaku lama ini, adalah pelaku sudah bebas usai menjalani hukuman di LP. “Ada kemungkinan ke arah situ. Dan dari beberapa TKP, dugaannya pelakunya sama. Jika nanti salah satu terungkap, pasti akan terungkap semuanya,” katanya.
Kalau soal target, mantan penyidik KPK ini tidak memberikan target khusus kepada anggotanya. “Saya tahu anggota saya sedang bekerja. Jadi tidak memberikan target waktu. Kita berikan mereka apresiasi dengan apa yang dikerjakan. Sebab takutnya nanti di luar target, informasinya malah justru akal-akalan saja,” tandasnya.(agp/aim)